Puasa itu Menyehatkan

Puasa itu Menyehatkan

Puasa telah Allah wajibkan kepada kaum beragama sebelum datangnya Nabi Muhammad Saw. Ini jelas terlihat dalam firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al-Baqarah: 183). Ayat ini menegaskan tujuan akhir dari disyariatkannya puasa, yakni
tergapainya takwa. Namun di balik perintah puasa untuk mendapatkan derajat ketakwaan yang lebih tinggi ternyata ada hikmah dan manfaat lain yang bisa diperoleh, salah satunya adalah manfaat untuk kesehatan.

Dalam bahasa medis puasa Ramadhan yang dilaksanakan kaum muslim merupakan suatu keadaan yang dikenal sebagai Prolonged Intermittent Fasting. Puasa adalah pengaturan makan dimana biasanya kita makan 3 kali menjadi 2 kali dengan jarak antara 2 makan sekitar 14 jam,  yaitu tidak mengonsumsi makan dan minum mulai dari sahur sampai berbuka. Dengan pengaturan makan ini akan terjadi pengurangan asupan makan atau asupan kalori. Dengan mengurangi asupan makan maka akan terjadi penurunan asupan kalori, asupan lemak juga berkurang. Asupan lemak yang berkurang akan juga mengurangi asupan kolesterol.

Jika seseorang berpuasa dengan baik maka semua parameter laboratoriumnya  tentu juga akan membaik. Kolesterol total, trigliserida akan menurun, begitu pula kolesterol jahat (LDL) juga akan menurun. Kadar asam urat juga menurun. Begitu pula bagi orang yang memang sudah menderita gula darah tinggi, seharusnya gula darahnya juga terkontrol. Berbagai penelitian pada penduduk yang berpuasa dilaporkan adanya penurunan kadar LDL dan meningkatnya kadar HDL. Hal ini tentunya sangat bermanfaat untuk pencegahan penyakit kardiovaskuler

Di beberapa pusat terapi alami di Eropa, puasa sudah menjadi pelengkap pengobatan medis. Dr. Otto Buchingerseorang dokter dari Jerman, berhasil membebaskan pasiennya dari berbagai keluhan (mulai dari penyakit ringan hingga berat) dengan pengobatan medis yang dilengkapi terapi puasa selama 2 – 4 minggu. Menurut  Dr. Otto, saat berpuasa, tubuh mengalami proses detoksifikasi, yaitu pembuangan racun-racun yang menumpuk dalam tubuh.Racun dalam tubuh manusia dihasilkan karena pola makan dan gaya hidup yang tidak seimbang. Itulah sebabnya puasa sangat dianjurkan.

Menurut hasil penelitian ilmiah, puasa dapat mengurangi risiko stroke karena puasa akan memperbaiki kolesterol darah. Kadar kolesterol darah yang tinggi dalam jangka panjang akan menyumbat saluran pembuluh darah dalam bentuk aterosklerosis (pengapuran atau pengerasan pembuluh darah). Bila itu terjadi di otak akan berakibat stroke, dan bila terjadi didaerah jantung menyebabkan penyakit jantung. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa puasa dapat meningkatkan kolesterol darah HDL (yang sehat) 25 titik, dan menurunkan lemak trigliserol sekitar 20 titik. Lemak trigliserol merupakan bahan pembentuk kolesterol LDL (yang merusak kesehatan).

Berpuasa ternyata juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Mekanismenya antara lain dengan pengurangan konsumsi kalori akan membuat berkurangnya laju metabolisme energi. Buktinya, suhu tubuh orang berpuasa akan menurun, dan itu menunjukan adanya pengurangan konsumsi oksigen. Puasa juga akan mengurangi produksi senyawa oksigen bersifat racun (radikal bebas oksigen).  Dilaporkan, sekitar 3% dari oksigen yang digunakan sel akan menghasilkan radikal bebas oksigen, dan itu akan menambah tumpukan oksigen racun, seperti anion superoksida (O2-) dan hidrogen peroksida (H2O2), yang secara alamiah terjadi dalam tubuh.

Puasa juga bisa menjadi media melakukan detoksifikasi.  Detoksifikasi adalah proses normal tubuh untuk mengeliminasi atau memurnikan racun melalui kolon, ginjal, paru-paru, kelenjar limpa, dan kulit. Proses ini dipercepat dengan berpuasa, karena ketika makanan tidak lagi memasuki tubuh, maka tubuh akan mengubah simpanan lemak menjadi energi. Nilai lemak pada manusia adalah 3.500 kalori per pon. Suatu nilai yang cukup untuk memberikan energi bagi aktivitas sehari-hari.

Meskipun aspek kesehatan bukan merupakan tujuan utama kita berpuasa, namun tidak ada salahnya bila ‘bonus’ yang Allah berikan dari ketaatan kita menjalankan ibadah puasa ini juga kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. (dari berbagai sumber/Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*