Puasa untuk Meraih Takwa, Apa Hakekat Takwa?

Puasa untuk Meraih Takwa, Apa Hakekat Takwa?

takwa 1

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Perintah puasa Ramadhan bagi kaum beriman bertujuan untuk membentuk pribadi yang bertakwa. Lalu apa makna takwa yang sesungguhnya? Hakekat takwa adalah menjadikan jiwa berada dalam perlindungan dari sesuatu yang ditakuti. Takwa dalam istilah syar’i adalah menjaga diri dari perbuatan dosa. Takwa merupakan ikatan yang mengikat jiwa agar tidak lepas kendali mengikuti keinginan dan hawa nafsu. Hadits dari Abu Aa’id Al Khudri,
“Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, berilah aku nasehat.” Maka Nabi menjawab: “Aku menasehati engkau agar bertaqwa kepada Allah, karena taqwa itu adalah pangkal segala sesuatu.” (HR. Ahmad dari Abu Sa’id al Khudri).

Demikian pentingnya makna takwa sehingga para sahabat Rasul memiliki beberapa pemahaman dan definisi tentang takwa. Berikut ini beberapa ungkapan para sahabat dan ulama  dalam menjelaskan pengertian takwa:

  1. Kholifah Umar bin Al Khothob pernah bertanya kepada Ubai bin Ka’ab tentang takwa. Ubai bertanya: Wahai amirul mukminin, Apakah engkau pernah melewati jalanan penuh duri? Beliau menjawab: Ya. Ubai berkata lagi: Apa yang engkau lakukan? Umar menjawab: Saya teliti dengan seksama dan saya lihat tempat berpijak kedua telapak kakiku. Saya majukan satu kaki dan mundurkan yang lainnya khawatir terkena duri. Ubai menyatakan: Itulah takwa.
  2. Kholifah Umar bin Al Khothob pernah berkata: Tidak sampai seorang hamba kepada hakekat takwa hingga meninggalkan keraguan yang ada dihatinya.
  3. Ali bin Abi Thalib menyatakan tentang takwa sebagai, “Takut kepada Allah yang Maha Mulia, mengamalkan apa yang termuat dalam at tanzil (Al-Qur’an), mempersiapkan diri untuk hari meninggalkan dunia dan ridha (puas) dengan hidup seadanya (sedikit).”
  4. Sahabat Ibnu Abas menyatakan: Orang yang bertakwa adalah orang yang takut dari Allah dan siksaanNya.
  5. Tholq bin Habib berkata: takwa adalah beramal ketaatan kepada Allah diatas cahaya dari Allah karena mengharap pahalaNya dan meninggalkan kemaksiatan diatas cahaya dari Allah karena takut siksaanNya
  6. Ibnu Mas’ud menyatakan: Takwa adalah taat tanpa bermaksiat dan ingat Allah tanpa melupakannya dan bersyukur. (Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*