Benarkah Imam Menghadap Makmum Sesudah Shalat Berjamaah?

Benarkah Imam Menghadap Makmum Sesudah Shalat Berjamaah?

Kita sering menyaksikan imam shalat yang berputar posisi menghadap ke jamaah atau ke kanan atau ke kiri sesudah shalat berjamaah. Hal itu tidak salah karena memang dicontohkan Rasulullah dan ada dalil haditsnya. Berikut ini beberapa hadist tentang kebiasaan Rasulullah SAW menghadap makmum ketika selesai shalat berjamaah:

  1. Dari Samurah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bila selesai shalat, beliau menghadapkan wajahnya kepada kami.(HR. Bukhari)
  1. Dari Anas ra berkata,”Seringkali aku melihat Rasulullah SAW berputar ke kanan (setelah shalat).”(HR. Muslim)

Hal ini menunjukkan Rasulullah tidak sepenuhnya menghadap kepada makmum, melainkan hanya berputar 90 ke arah kanan, sehingga makmum ada di sisi kanan dan kiblat ada di sisi kiri beliau.

  1. Dari Qushaibah bin Hulb dari ayahnya bahwa dia shalat bersama Nabi SAW, beliau berputar ke dua arah (kanan dan kiri).(HR. Abu Daud, Ibnu Majah, At-Tirmizy)

Namun terkadang beliau malah menghadap ke arah kiri 90 derajat, sehingga  di sisi kiri dan kiblat ada di sisi kanan.

  1. Dari Ibnu Mas’ud ra berkata,”Seringkali aku melihat Rasulullah SAW berputar ke kiri (setelah shalat).”(HR. Bukhari dan Muslim)

Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Muslim menyebutkan bahwa dengan adanya beberapa dalil di atas, bisa disimpulkan bahwa memang terkadang beliau SAW selesai shalat menghadap ke belakang, terkadang menghadap ke samping kanan dan terkadang menghadap ke samping kiri. Karena Rasulullah SAW melakukannya, maka kita jadikan teladan dan panduan dalam ibadah shalat. Meskipun demikian, dari segi hukum tidak sampai kepada wajib, tetapi sunnah dan anjuran.

Sementara dalam kitab Fathul Bari, pada jilid 2 halaman 334 ketika menjelaskan hadits ini, al imam Ibnu Hajar al Asqalani berkata, “Apabila beliau selesai shalat dan salam, beliau menghadap ke arah makmum. Karena posisi imam yang membelakangi makmum adalah karena posisinya sebagai imam. Kalau sudah selesai shalat, hak untuk membelakangi makmum itu sudah tidak ada lagi. Maka dengan menghadap ke arah makmum pada saat itu, akan tertepislah kesombongan dan sikap takabbur di hadapan makmum.” Wallahu a’lam. (Anton/dari beberapa sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*