Rasulullah Melarang Suap

Rasulullah Melarang Suap

Dalam  sebuah  hadits  shahih  yang  diriwayatkan  oleh  Imam  Muslim,  Abu Humaid  al-Sa’idi,  salah  seorang  sahabat  Nabi,  menuturkan,  “Rasulullah  menugaskan pada seorang pria dari Bani Asad bernama Abdullah al-Latbiah ke suatu tempat untuk mengumpulkan harta zakat. Sepulangnya dari tugas, ia menghadap Nabi Saw dan berkata, “Harta yang ini adalah hadiah untuk engkau, sedangkan harta yang itu mereka hadiahkan untuk saya.”  Mendengar  laporan  tersebut,  Rasulullah  bangkit  menuju  mimbar  untuk memberikan pengarahan : “Apa yang terjadi pada seorang petugas yang telah kusuruh ini, dengan enak ia mengatakan harta ini adalah untuk engkau dan harta yang lainnya adalah hadiahuntuk saya. Tidakkah jika ia duduk santai di rumah  orang ayahnya atau rumah ibunya,, apakah hadiah itu akan tetap datang padanya atau tidak? Demi Dzat yang jiwa  Muhammad  berada  dalam  genggaman-Nya,  salah  seorang  kalian  tidak memperoleh sedikit pun dari hadiah (ketika menjadi pejabat) kecuali di hari kiamat nanti ia datang dengan memikulnya, di pundaknya terdapat unta atau sapi betina atau kambing yang mengeluarkan suara khasnya masing-masing…”  (HR. Muslim).

Hadist ini menjadi tuntunan tegas dan jelas tentang larangan menerima hadiah apalagi suap bagi pejabat atau memegang amanah umat. (ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*