Tangisan Wukuf

Tangisan Wukuf

Wukuf berarti ‘berhenti’ dan  merupakan rukun ibadah haji. Tidak ada haji bila tidak wukuf di arofah. Pada saat wukuf ini, kita akan merasa dalam suasana yang tenang, tentram. Jutaan jamaah haji dari berbagai penjuru dunia berkumpul, bermunajad kehadirat Allah SWT, Sang Pencipta. Semuanya berdzikir, bertafakur, bahkan banyak yang menangis memohon ampunan, bertobat atas segala dosa dan kesalahan. Dan seluruh jamaah yang wukuf menanggalkan seluruh atribut keduniaannya. Mereka berbaju ikhram berupa dua lembar kain tidak berjahit.

Hal serupa juga dilakukan Rasulullah ketika melakukan haji wada’. Beliau wukuf dengan sekitar seratus empat puluh ribu umatnya. Dan  dalam salah satu bagian khotbahnya beliau bersabda, “Maka perhatikanlah perkataanku itu, wahai manusia, sesungguhnya aku telah sampaikan. Aku tinggalkan sesuatu kepada kalian, yang jika kalian pegang teguh, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.”  (Hr. Muslim). Sabda Rasulullah ini yang seharusnya menjadi renungan para jamaah haji yang sedang wukuf, dan siapapun yang pernah melakukan wukuf, bahkan siapapun yang telah mengetahui pesan Rasulullah itu.  Sudah mampukah kita melaksanakan dengan benar pesan Rasulullah?

 

Seharusnya kita banyak bermunajad, menangis, memohon ampun dan bertaubat karena masih banyak hal yang belum kita lakukan untuk memenuhi pesan Rasulullah. (Anton)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*