Pemotongan Hewan; Tuntunan Islam Jauh lebih Baik

Pemotongan Hewan; Tuntunan Islam Jauh lebih Baik

zainul muslimin foto
(Ditulis Oleh : Ustad Drh H. Zainul Muslimin, Pemilik Aulia Farm, Ketua Lazizmu Jawa Timur)

Dalam syariat Islam, penyembelihan hewan dilakukan dengan menggunakan pisau tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu arteri karotis dan vena jugularis.  Hasil penelitian yang dilakukan sejumlah ilmuwan menunjukkan, cara ini merupakan cara terbaik  dibandingkan cara lainnya. Cara ini, selain menghindarkan binatang dari rasa sakit, juga bisa memperoleh kualitas daging terbaik.

Penelitian di Jerman yang dilakukan oleh Prof Wilhelm Schulze dan Dr. Hazim di School of Veterinary Medicine, Hannover University menemukan bahwa cara menyembelih yang diajarkan Islam dengan pisau yang tajam ternyata jauh lebih baik dan lebih sehat dibanding  dengan cara-cara lain, bahkan yang paling modernpun, seperti cara bolt stunning (alat yang menembus tengkorak hingga otak) yang ternyata menyebabkan rasa sakit yang luar hebat pada binatang.

Penelitian dilakukan dengan detil untuk mengetahui kondisi otak dan jatung selama proses penyembelihan atau peminsanan. Penelitian tersebut menggunakan alat EEG (untuk mendeteksi gelombang otak) dan alat ECG (untuk mendeteksi detak jantung). Hasilnya, pada proses penyembelihan cara Islam, tiga detik setelah penyembelihan tidak ada perubahan pada grafik EEG, ini menunjukkan bahwa tidak ada rasa sakit sama sekali ketika binatang tersebut disembelih. Tiga detik kedua pada grafik EEG menunjukkan tidak sadar diri, ini karena darah yang keluar dari tubuh binatang tersebut sangat banyak. Setelah itu grafik EEG menunjukkan zero level, yaitu bahwa binatang tersebut tidak merasakan sakit ketika disembelih.

Fakta sebaliknya terjadi pada cara stunning atau peminsanan. Segera setelah dilakukan proses stunning, sapi terhuyung jatuh dan roboh. Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan tampaknya tanpa mengalami rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning. Namun hasil penelitian menunjukkan,  setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).

Grafik EEG yang  meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang turun ke batas paling bawah mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik darah dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh. (Zainul Muslimin/ton dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*