Makna Haji Mabrur

Makna Haji Mabrur

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw ditanya, “Amal apakah yang paling utama?” Maka beliau menjawab, “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ditanyakan lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ditanyakan lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Haji yang mabrur.” (Hr. Bukhari)

Dari sabda tersebut jelas bahwa nilai ibadah haji mabrur sangat tinggi. Konsekuensinya, setiap yang bernilai tinggi, usaha untuk meraihnya pasti sulit. Hanya orang-orang tertentu yang dapat memperolehnya. Pertanyaannya, siapa yang dapat memperoleh derajat haji mabrur? Mungkinkah semua jamaah haji mendapatkan predikat haji mabrur? Pasti sangat sulit menjawabnya secara hakiki. Karena yang mengetahuinya hanyalah Allah. Namun sebagaimana kita mengukur khusyu’nya shalat seseorang, kita dapat pula mengukur predikat haji seseorang, meskipun ukuran penilaiannya bersifat relatif dan manusiawi.

Mabrur diambil dari kata al birru (kebaikan). Dalam sebuah ayat Allah berfirman, “lantanalul birra hatta tunfiquu mimma tuhibbun. Kamu tidak akan mendapatkan kebajikan sehingga kamu menginfakkan sebagian apa yang kamu cintai”. (Qs.Ali Imran:92). Ketika digandeng dengan kata haji maka ia menjadi sifat yang mengandung arti bahwa haji tersebut diikuti dengan kebajikan. Dengan kata lain haji mabrur adalah haji yang mengantarkan pelakunya menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.

Al Qur’an juga menggunakan kata al birru untuk pengabdian yang terus menerus kepada orang tua wabarraan biwalidati. (Qs. Maryam: 32). Orang-orang yang selalu mentaati Allah dan menjauhi segala yang dilarang disebut al abraar, kelak mereka dihari kiamat akan ditempatkan di surga. “Innal abraara lafii na’iem”. (Qs. Al Infithor: 13. Bila digabung antara ayat ini dengan hadits Rasulullah: “Al hajjul mabrrur laisa lahuu jazaa illal jannah.” (HR Bukhari), maka titik temu yang saling melengkapi, bahwa haji mabrur akan selalui ditandai dengan perubahan dalam diri pelakunya dengan mengalirnya amal saleh yang tiada putus-putusnya. Bila setelah berhaji seseorang selalu berbuat baik, sampai ia menghadap Allah swt, maka jelas ia akan tergolong kelompok al abraar dan pahala yang akan kelak ia dapatkan adalah surga.

Orang yang hajinya mabrur menjadikan ibadah haji sebagai titik tolak untuk membuka lembaran baru dalam menggapai ridho Allah . Ia akan semakin mendekat ke akhirat dan menjauhi dunia. Al-Hasan al-Bashri mengatakan, “Haji mabrur adalah pulang dalam keadaan zuhud terhadap dunia dan mencintai akhirat.”  Ia juga mengatakan, “Tandanya adalah meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan sebelum haji.”Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan, “Dikatakan bahwa tanda diterimanya haji adalah meninggalkan maksiat yang dahulu dilakukan, mengganti teman-teman yang buruk menjadi teman-teman yang baik, dan mengganti majlis kelalaian menjadi majlis dzikir dan kesadaran.”

Oleh karena itu, selain terpenuhi semua rukun dan wajib haji, salah satu tanda kemabruran haji bisa dilihat dari perubahan sikap, perilaku, dan kualitas iman dan ibadah seseorang. Semoga semakin banyak jamaah haji kita yang memperoleh predikat mabrur. (dirangkum dari beberapa sumber/Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*