Haji Mabrur, Menjaga Kemuliaan Calon Penghuni Surga

Haji Mabrur, Menjaga Kemuliaan Calon Penghuni Surga

Ibadah haji merupakan ibadah istimewa yang tidak semua kaum muslimin mampu melaksanakannya. Allah hanya mengundang mereka yang mampu untuk menjadi tamunya di Baitullah. Allah menempatkan para hambanya yang menunaikan ibadah haji sebagai manusia istimewa, sehingga dalam banyak ayat dan hadist disebutkan demikian mulianya mereka yang menunaikan ibadah haji dan mampu meraih kemabruran haji. Dalam sebuah hadist diriwayatkan,  “Aku berkata, “Ya Rasulullah, tidakkah kami keluar ikut berjihad bersamamu karena aku tidak melihat di dalam Al-Qur`an ada amalan yang paling utama daripada jihad?” Beliau bersabda,  “Tidak. Akan tetapi sebaik-baik jihad dan yang paling indah adalah haji ke Baitullah, yaitu haji yang mabrur.” (Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih An-Nasa`i). Dengan demikian ibadah haji disejajarkan bahkan lebih dimuliakan dibandingkan jihad yang pahalanya dipastikan surga.

Allah juga memuliakan mereka yang memperoleh kemabruran haji dengan janji ampunan atas dosa yang pernah dilakukan, sekaligus memperoleh balasan kemuliaan surga.  Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasululah bersabda, “Umrah yang satu ke umrah berikutnya merupakan penghapus dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.”  Berkaitan dengan hadist ini Al-Imam An-Nawawi menjelaskan, “Pelaku haji tersebut tidak hanya terhapus dosa-dosanya, bahkan dia pasti masuk ke dalam surga.” Hadist ini menunjukkan bahwa mereka yang menunaikan ibadah haji dan memperoleh derajat mabrur adalah calon-calon penghuni surga. Semua persyaratan untuk mendapatkan kunci masuk surga sudah mereka miliki sehingga mereka dipastikan masuk surga.

Artinya, Indonesia sebagai negara pengirim jamaah haji terbanyak sepanjang tahun dihuni paling banyak manusia calon penghuni surga. Mereka adalah para ‘alumni’ tamu Allah yang telah menunaikan ibadah haji. Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa tidak ada tanda-tanda bahwa para calon penghuni surga banyak bertebaran di negeri ini? Mengapa masjid-masjid kosong dan penuh hanya ketika hari Jum’at dan Ramadhan, padahal calon penghuni surga selalu rindu memakmurkan masjid. Mengapa korupsi masih merajalela, padahal kita tahu banyak diantara pelaku korupsi itu telah menyadang gelar haji. Bukankah para calon penghuni surga sangat membenci harta haram? Mengapa kekerasan, pertikaian dan anarkhi masih sering terjadi, yang sebagian diantaranya ditunggangi oleh para tokoh yang sudah pergi haji. Bukankah para calon penghuni surga seharusnya merindukan kedamaian dan ketentraman?

Yang salah tentu bukan ibadah hajinya. Kita bisa pastikan bahwa yang salah adalah mereka yang telah menunaikan ibadah haji namun tidak mampu memetik hikmah tertinggi dari pelaksanaan ibadah hajinya. Mereka berhaji namun tidak dapat memahami kehendak Allah untuk menjadikan mereka sebagai calon-calon penghuni surga. Mereka tidak memahami bahwa Allah telah memuliakan mereka dengan memberi predikat sebagai calon penghuni surga. Yang terjadi, mereka berhaji hanya sebatas memenuhi seluruh rangkaian ritual ibadah haji, tanpa memahami substansi sesungguhnya ibadah haji. Mungkin saja banyak diantara para jamaah haji yang menunaikan ibadah haji bukan karena memenuhi panggilan Allah, namun untuk memenuhi keinginan dan hasrat duniawi. Akibatnya, masih banyak para jamaah haji yang sama sekali tidak menunjukkan kualitas ibadah dan perilaku sebagai calon penghuni surga. Bahkan banyak diantara mereka yang masih terjerumus melewati jalan kehinaan menuju neraka.

Oleh karena itu, sudah seharusnya calon jamaah haji yang akan menunaikan ibadah haji sejak dini sudah meneguhkan komitmen untuk menjadi tamu Allah yang siap menerima gelar sebagai calon penghuni surga. Kemuliaan ini diraih dengan menunaikan ibadah haji dengan niat yang lurus, iklas dan berhaji sesuai tuntunan Rasulullah. Setelah itu, predikat sebagai calon penghuni surga dipertahankan dengan meneguhkan iman, beribadah dan berperilaku selayaknya sebagai calon penghuni surga.

Alangkah indahnya bila bumi ini dipenuhi oleh calon-calon penghuni surga. Dunia akan damai, tentram, sejahtera karena para calon penghuni surga selalu mewarnai dunia. Oleh  karena itu, jaga kemuliaan haji.  (Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*