Strategi Setan Menjerumuskan Manusia

Strategi Setan Menjerumuskan Manusia

  1. Waswasah. Membisikkan keraguan pada manusia ketika melakukan kebaikan atau amal sholeh. Saat kumandang azan subuh dan tubuh kita masih dililit selimut, terbersit dalam pikiran kita, “Nanti lima menit lagi”. Ini adalah waswasah..
  2. Tazyin. Membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan. Segala yang berbau maksiat biasanya terlihat nikmat dan indah.
  3. Tamanni. Memperdaya manusia dengan khayalan dan angan-angan.
  4. A’dawah. Berusaha menanamkan permusuhan. Setan berikhtiar menumbuhkan permusuhan di anatara manusia. Biasanya permusuhan berawal dari prasangka buruk.
  5. Takwif. Menakut-nakuti ketika ingin berbuat kebaikan. Pernahkah merasa takut miskin karena menginfakkan sebagian harta, takut disebut sok alim karena datang ke majelis taklim? Kalau kita pernah merasakannya, inilah strategi takhwif.
  6. Shaddun. Berusaha menghalang-halangi manusia menjalankan perintah Allah dengan menggunakan berbagai hambatan. Pernahkah anda merasa malas saat mau melakukan sholat, atau mengantuk saat membacaAl Qur’an meskipun sudah cukup tidur? Ini adalah gejala shaddun dari setan.
  7. Wa’dun. Janji palsu. Setan berusaha membujuk manusia agar mau mengikutinya dengan memberikan janji-janji yang menggiurkan. Akhirnya manusia mempercayainya.
  8. Kaidun. Tipu daya. Setan berusaha sekuat tenaga memasang sejumlah perangkap agar manusia terjebak.
  9. Nisyan. Membuat manusia lupa. Sesungguhnya lupa itu adalah hal yang manusiawi. Lupa memang sesuatu hal yang manusiawi, tetapi setan berusaha agar manusia menjadikan lupa sebagai alasan untuk menutupi tanggung jawab. Pernahkan kita lupa menunaikan janji? lupa sholat? Kalau sesekali itu bisa disebut manusiawi, tetapi kalau sering dilakukan berarti terjebak strategi nisyan. (Aam Amiruddin/ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*