Hati-hati, Memegang Amanah itu Sungguh Sangat Berat

Hati-hati, Memegang Amanah itu Sungguh Sangat Berat

Suatu hari, Imam Al-Ghazali pengarang kitab Ihya Ulumuddin, berkumpul dengan murid-muridnya. Kemudian beliau bertanya kepada mereka, “Apa yang paling berat di dunia ini?” Murid-muridnya ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban kalian benar, kata sang Imam, tapi yang paling berat sesungguhnya adalah “memegang amanah”. Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi, dan gunung. Maka semuanya enggan memikul amanah tersebut dan mereka khawatir mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh” (Qs. Al-Ahzab: 72).

Kutipan ayat tersebut menjelaskan dengan tegas betapa beratnya amanah yang harus ditanggung siapapun yang memegang amanah.  Bayangkan, langit, bumi dan gunung saja tidak mampu menerima amanah itu, apalagi manusia. Oleh karena itu, bagi manusia pemegang amanah harus benar-benar mampu memegang amanah itu, jangan sampai terperosok menjadi manusia dzalim dan bodoh. Hal ini tentu berat karena para pemegang amanah harus mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan padanya, bukan hanya di dunia tetapi juga hingga akherat.

Di ayat lain, Allah dengan tegas telah menjelaskan agar para pemegang amanah tidak mengkhianati amanah yang diberikan padanya.  “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.” (Qs.  al-Anfal: 27). Ayat ini menegaskan, pengingkaran pada amanah berarti mengkhianati Allah dan Rasul-Nya. Ini jelas pelanggaran berat bagi kaum beriman.

Tentang pentingnya memegang amanah, Rasul bersabda, dari Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda,Tidak ada iman bagi yang tidak amanah (tidak jujur dan tak bisa dipercaya), dan tidak ada dien bagi yang tidak menepati janji.” (Hr. Baihaqi). Di hadist yang lain, “Rasulullah tidak pernah berkhutbah untuk kami kecuali ia mengatakan,  “Tidak ada keimanan bagi orang yang tidak memiliki amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak pandai memeliharanya”, (HR Imam Ahmad bin Hambal). Demikian pentingnya komitmen untuk memegang amanah sehingga Rasulullah mengkaitkannya dengan keimanan seseorang. Hilangnya amanah berarti hilang pula iman seseorang.

Kita semua telah mendapat amanah dari Allah dan dari sesama manusia, apa pun bentuknya, yang tentunya harus dipertanggungjawabkan kelak di kemudian hari. Oleh karena itu, kita yang telah menerima amanah, seharusnya takut pada risiko apabila tidak mampu memegang amanah itu dengan baik. Semua tuntunan dan petunjuk yang telah diberikan Allah dan Rasul-Nya menunjukkan beratnya hukuman bagi mereka yang tidak mampu memegang amanah. Jangan sampai, amanah yang diberikan kepada kita justru menjerumuskan ke neraka. (Anton)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*