Islam Peduli Kaum Miskin

Islam Peduli Kaum Miskin

Islam sungguh sangat peduli dan penuh perhatian  pada masalah kemiskinan. Dalam al Qur’an kata miskin dan masakin disebut sampai 25 kali, sementara faqir dan fuqoro sampai  14 kali. Allah SWT berfirman “Berikanlah makan kepada orang yang lagi faqir” (QS. AL-Hajj, 22 : 8). Nabi Muhammad SAW sendiri berdoa  “Aku berlindung kepada-Mu dan kefakiran dan kekufuran. “(H.R Abu Daud).

Artinya, Rasulullah menghendaki umatnya terbebas dari kemiskinan dan kekurangan karena kemiskinan bisa menjerumuskan seseorang pada kekufuran. Mengapa demikian?  Hadits lain menyebutkan bahwa kefakiran yang menimpa seseorang atau suatu bangsa cenderung akan berperilaku kufur (Kadal Faqru An Yakuuna Kufran). Kufur disini tidak hanya lawan dari iman, melainkan juga lawan dari syukur atas nikmat- nikmat yang dianugrahkan Allah SWT. Menurut Yusuf Al-Qardawy, akibat negatif dari kefakiran dan kemiskinan itu bisa merusak aqidah, moral dan retaknya keluarga serta masyarakat dan negara.

Ada dua madzhab dalam menjelaskan tentang siapa sebenarnya yang  disebut miskin itu. Pertama, madzhab Hanafi dan Maliki yang berpendapat miskin itu adalah “orang yang tidak mempunyai sesuatupun juga”. Kedua, madzhab Hambali dan Syafi’i yang  menyatakan miskin itu adalah “orang yang mempunyai seperdua dari keperluannya atau lebih tetapi tidak mencukupi”. Dalam kehidupan kita, biasanya kata miskin dijadikan kata  majemuk dengan faqir, sehingga menjadi faqir miskin yang artinya kurang lebih sama. Ada juga yang mendefinisikan faqir dapat disamakan dengan kemiskinan absoulut dan miskin dengan kemiskinan relatif.

Apapun definisinya, yang pasti mereka yang miskin membutuhkan kepedulian dan perhatian dari mereka yang tidak miskin. Oleh karena itu Islam telah mengajarkan bahwa ada hak mereka yang miskin pada harta orang kaya. “Dalam harta mereka ada hak untuk (orang miskin yang meminta) dan yang tidak berkecukupan (walaupun tidak    meminta) (Qs. Al-Dzariyat: 19). Di ayat yang lain Allah berfirman, “Hendaklah orang-orang yang mempunyai kelapangan,  memberi nafkah sesuai dengan kelapangannya, dan barang    siapa sempit rezekinya maka hendaklah ia memberi nafkah sesuai apa yang diberi Allah kepadanya.” (Qs. Al-Thalaq: 7). Masih banyak ayat lain yang menunjukkan komitmen dan kepedulian Islam yang sangat besar pada masalah kemiskinan dan kaum miskin. Karena kemiskinan masih membelenggu banyak kaum muslim maka sudah seharusnya tuntunan Al Qur’an untuk peduli kepada mereka yang miskin bisa diwujudkan. (Zainul Muslimin/Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*