Amal Shalih Solusi Kesulitan Hidup

Amal Shalih Solusi Kesulitan Hidup

Hidup itu memang sulit, namun bagi seorang muslim dalam kondisi apapun dituntut pertanggungjawabannya. Dalam kondisi khoir (baik), misalnya di saat kaya, sempat, sehat, kuat dan berbagai kelapangan lain kita dituntut bersyukur dan dalam kondisi syar (buruk), misalnya: miskin, sakit, lemah dan berbagai kesempitan lain dituntut sabar. Padahal, fakta membuktikan bahwa bersyukur di saat kondisi baik dan bersabar di saat kondisi buruk bukanlah perkara mudah. Dengan demikian jelaslah bahwa di saat lapang dan sempitpun kita tetap dihadapkan pada kesulitan. Maka tepatlah jika al Qur’an menyebut kondisi baik (Khoir) dan kondisi buruk (Syar) adalah fitnah. Allah berfirman,  “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Qs. Al Anbiya’: 35)

Secara umum, kesulitan yang diujikan kepada manusia berupa kesulitan fisik dan psikis. Kesulitan fisik antara lain berupa: penyakit yang menimpa tubuhnya atau tertimpa cacat fisiknya, sedang kesulitan psikis adalah jiwa yang merasa tertekan karena persoalan yang mendera. Perasaan-perasaan tersebut dapat berupa: Gelisah (Al Hamm), al Huzn (sedih), al Qalaq (Risau), al Khauf (Takut), al ya’s putus asa, dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana solusinya? Di antara sekian banyak solusi kesulitan hidup adalah selalu beramal shalih.  Seluruh jenis amal shalih akan membantu manusia mengurai ragam kesulitan kehidupan yang dihadapi. Barangsiapa ingin terbebas dari masalah hendaklah beramal shalih. Ruang lingkup amal shalih mencakup dua hal, yakni secara vertikal dan horizontal. Secara vertikal berupa ubudiyah (misalnya rukuk dan sujud: shalat) dan secara horizontal berupa mu’amalah. (berbuat baik kepada sesama). Kedua ruang lingkup amal shalih teersebut secara singkat dijelaskan dalam ayat berikut,Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, beribadahlah kepda Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Qs. Al Hajj:77)

Pada ayat yang lain juga ditegaskan bahwa amal shalih merupakan  solusi tepat dalam menghadapi kesulitan hidup. Beberapa ayat tersebut antara lain: “Tidak ada balasan ihsan (kebaikan) kecuali kebaikan (pula). Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan.” (Qs. Arrahman: 60-61)  Pada ayat yang lain, Allah juga berfirman: “Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”. (Qs. Al An’am: 160) (al Azhar/ton)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*