Resep Panjang Umur Hingga 4.000 Tahun

Resep Panjang Umur Hingga 4.000 Tahun

Apakah anda menginginkan panjang umur yang dihiasi dengan amal yang baik dan ketaatan yang ikhlas selama 4000 atau 5000 tahun atau lebih dari itu berkali lipat? Barangkali anda akan mengatakan, “Bagaimana mungkin hal itu akan terjadi, sedangkan Nabi Muhammad Saw telah menyabdakan bahwa rata-rata umur  umatnya hanya antara 60 sampai 70 tahun saja, dan amat sedikit yang melebihi umur tersebut?” (Shahih Jami’)

Ada tiga cara yang bisa ditempuh oleh setiap orang untuk melipat gandakan umur dan menambah pahala. 1) Berlomba-lomba melakukan amal-amal ketaatan yang memiliki pahala berlipat ganda. 2) Memperbanyak amal-amal ketaatan yang pahalanya terus mengalir meski pelakunya telah mati. 3) Mengubah kebiasan-kebiasaan sehari-hari seperti makan, minum, tidur, dan lain-lain menjadi ibadah, yaitu dengan meniatkannya sebagai sarana memperkuat diri dalam melaksanakan amal-amal ketaatan.

Rasulullah telah memberi petunjuk, dari Aisyah Ra. bahwasanya Nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya barang siapa dikarunia bagian dari kelemah lembutan niscaya ia telah dikaruniai bagian dari kebaikan dunia dan akhirat. Menyambung tali kekerabatan, akhlak yang baik, dan sikap bertetangga yang baik menyebabkan kemakmuran negeri dan menambah umur.” (HR. Ahmad)  Di hadist lain Rasulullah bersabda, “Menyambung tali kekerabatan itu menambah umur.” (HR. Ath-Thabarani, Ibnu Zanjawaih)

Imam An-Nawawi dan ulama lainnya telah menjelaskan bahwa penambahan umur dalam hadits-hadits ini meliputi: Penambahan secara hakiki atas umur yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.  Selain itu, penambahan secara maknawi dalam arti amal perbuatannya diberkahi dan umurnya dipergunakan secara maksimal untuk hal-hal yang memberi manfaat di akhirat kelak.

Berikut ini beberapa contoh amal ketaatan yang pahalanya dilipatgandakan sehingga bisa menjadi jalan bagi kita untuk ‘memperpanjang umur’ mungkin hingga 4000 tahun.

  1. Shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha. Rasulullah bersabda, “Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1000 kali shalat di masjid yang lain kecuali di masjidil Haram. Shalat di masjidil Haram lebih utama dari 100.000 shalat di masjid yang lain.” (HR. Ibnu Majah. Dinyatakan shahih oleh al-hafizh Al-Bushiri)  “Shalat di masjidil Haram sama nilainya dengan 100.000 shalat di tempat yang lain.
  2. Shalat jama’ah. Nabi SAW telah bersabda, “Shalat jama’ah itu lebih utama dari shalat sendirian sebanyak 27 derajat.” (HR. Bukhari no. 645)
  3. Shalat sunah di rumah sama pahalanya dengan shalat fardhu. Rasulullah bersabda, “Keutamaan shalat (sunah) seseorang di rumahnya atas shalatnya yang dilihat oleh orang lain (shalat sunah di masjid, pent) seperti keutamaan shalat wajib atas shalat sunah.” (HR. Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi. Dinyatakan hasan dalam Shahih at-Targhib  wa at-Tarhib no.  441)
  4. Segera berangkat ke masjid untuk shalat Jum’at seawal mungkin. Rasuullah bersabda, “Barangsiapa mandi pada hari Jum’at dan sengaja mandi, lalu bersegera dan berusaha bersegera (ke masjid), lalu berjalan dan tidak naik kendaraan, mendekat kepada imam (khatib), mendengarkan khutbah dan tidak melakukan hal yang sia-sia, maka ditulis baginya atas setiap langkah kakinya ditulis amalan puasa sunah dan shalat sunah selama satu tahun penuh.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasi, Ahmad, Abu Daud ath-Thayalisi, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Abi ‘Ashim, Ibnu Hibban, dan ath-Thabarani.)
  5. Shalat Dhuha. Nabi SAW bersabda, “Setiap pagi, setiap persendian setiap orang di antara kalian wajib disedekahi (dalam riwayat lain disebutkan jumlahnya 360 persendian).  Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan perbuatan makruf adalah sedekah, dan melarang dari perbuatan mungkar adalah sedekah. Dan semuanya sudah tercukupi oleh shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Muslim, Al-Baihaqi, Ath-Thabarani, dan Abu ‘Awanah)
  6. Mendapatkan Malam Lailatul Qadar. Pada malam penuh kemuliaan ini semua ibadah dan ketaatan kita kepada Allah Swt akan mendapat nilai berlipat karena malam ini lebih mulia dibandingkan malam 1000 bulan. “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”(Qs. Al Qadar: 3-5).

Masih banyak amalan yang  dituntunkan oleh Rasululah sebagai jalan untuk melipatgandakan umur kita. Mengapa kita tidak segera  melakukannya? (arrahmah/sumber lain/ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*