Suami Istri Bahagia; Jagalah Keseimbangan

Suami Istri Bahagia; Jagalah Keseimbangan

Allah SWT memberlakukan hukum tawazun (kesimbangan) pada ciptaan-Nya. Kita akan mendapati keseimbangan yang luar biasa pada alam ini. Matahari yang jaraknya tepat menghasilkan keseimbangan suhu bumi. Adanya siang dan malam. Bintang-bintang yang menghiasi langit dengan indahnya. Oksigen yang tepat bagi pernafasan manusia. Dan sebagainya. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? (QS. Al-Mulk : 3)

Dengan keseimbangan ini kehidupan berjalan dengan baik. Sebaliknya, tatkala keseimbangan ini hilang, yang terjadi adalah kerusakan dan kebinasaan. egitu pula dalam kehidupan rumah tangga. Islam mengajarkan keseimbangan ini sebagai salah satu prinsip yang harus diterapkan oleh suami istri. “Dan para perempuan memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf… (QS. Al-Baqarah : 228)

Menurut Ath-Thabari, sebagian ulama saat menjelaskan ayat ini mengatakan, “Dan mereka (para istri) mempunyai hak untuk ditemani dengan baik dan dipergauli secara makruf oleh suami mereka. Sebagaimana mereka berkewajiban mentaati suami dalam hal-hal yang telah diwajibkan Allah atas mereka.”

Sedangkan Muhammad Abduh dalam Tafsir Al-Manar, menafsirkan ayat ini dengan mengatakan, “Dan yang dimaksud dengan keseimbangan di sini bukanlah kesamaan wujud sesuatu dan karakternya; tetapi yang dimaksud adalah bahwa hak-hak antara mereka itu saling mengganti dan melengkapi. Tidak ada suatu pekerjaan yang dilakukan oleh istri untuk suaminya melainkan sang suami juga harus melakukan suatu perbuatan yang seimbang untuknya. Jika tidak seimbang dalam sifatnya, maka hendaklah seimbang dalam jenisnya.”

Sikap seimbang ini harus ada dalam kehidupan berumah tangga. Sebagaimana suami memiliki kewajiban terhadap istri, istri juga memiliki kewajiban terhadap suami. Jika suami ingin istrinya setia, demikian pula istri menginginkan suaminya setia. Jika suami ingin dicintai oleh istrinya, istri juga ingin dicintai sang suami. Jika suami senang istrinya berdandan rapi dan cantik, istri juga senang suami berdandan rapi untuknya. Jika suami senang dilayani istrinya, istri juga senang dilayani suaminya.

Jika masing-masing istri dan suami menerapkan prinsip keseimbangan (tawazun) ini tidak akan ada perasaan terbebani salah satunya melebihi yang lain. Beban dan masalah yang dihadapi keluarga menjadi lebih ringan, dan perasaan cinta semakin bertumbuh melihat pasangan terkasih telah melakukan yang terbaik baginya. (eduami/anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*