Islam Satu-satunya Jalan Kebenaran

Islam Satu-satunya Jalan Kebenaran

“Sungguh telah datang kepada kalian cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan-jalan keselamatan dan Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya dengan seizin-Nya serta menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Qs. Al-Ma`idah: 15-16)

Islam adalah agama universal yang mencakup seluruh ajaran kebaikan. Mulai dari keyakinan, ucapan maupun perbuatan diterangkan secara lengkap dalam Islam. Keterangannya baik secara global atau rinci terpampang dengan jelas dan gamblang. Itulah jalan keselamatan yang bisa ditempuh oleh para pemeluk agama Islam. Jalan itu akan menghantarkan mereka yang beriman  ke jannah Allah Subhanahu wa ta’ala dan menyelamatkannya dari adzab neraka.

Banyak yang mengaku bisa memberi jalan keselamatan, namun yang pasti kebenaran tetap hanya satu. Karena setiap jalan keselamatan adalah bagian dari kebenaran yang satu, sehingga sebuah jalan tidak dihukumi sebagai jalan keselamatan kecuali bila nilai kebenaran menjadi muatannya. Jika terjadi perselisihan dan pertikaian mengenai sebuah jalan keselamatan maka kebenaran itu tetap berjumlah satu. Kebenaran berada pada salah satu pendapat yang dipegang oleh salah satu pihak. Tentunya tolok ukur kebenaran itu adalah Al Qur`an dan As Sunnah. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Kebenaran itu adalah dari Rabbmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (Qs. Al-Baqarah: 147)  Di ayat lain Allah berfirman, “Maka tidak ada sesudah kebenaran itu melainkan kesesatan.” (Qs. Yunus: 32)

Al-Imam Al-Qurthubi berkata,  “Ayat ini menetapkan bahwa tidak ada kedudukan ketiga antara al-haq dan al-bathil dalam permasalahan mentauhidkan Allah Subhanahu wa ta’ala. Maka demikian pula perkaranya dalam permasalahan-permasalahan yang setara. Yaitu dalam permasalahan-permasalahan ushul (prinsip), kebenaran berada pada salah satu pihak.  “Maka (Dzat yang demikian) itulah Allah Rabb kalian yang sebenarnya; sehingga tidak ada sesudah kebenaran itu melainkan kesesatan.” (Qs. Yunus: 32)

Dalam setiap pertikaian dan perselisihan, kebenaran hanya satu sedangkan yang selainnya adalah keliru. Bahkan tak jarang mengandung kebatilan dan kesesatan. Inilah sebab Allah Subhanahu wa ta’ala melarang setiap perselisihan dan pertikaian. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Kalau kiranya Al Qur`an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapatkan pertentangan yang banyak di dalamnya.” (An-Nisa`: 82) Di ayat yang lain Allah berfirman,  “Dan bahwa ini adalah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah dia dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain. Karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu Allah wasiatkan pada kalian agar kalian bertakwa.” (Qs. Al-An‘am: 153) (ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*