Jangan Memakan Harta Haram

Jangan Memakan Harta Haram

“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian dari pada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 188.)

 Menurut Ibnu Abbas Ra. ayat ini berbicara tentang seseorang yang memiliki tanggungan harta milik orang lain akan tetapi orang lain tersebut tidak mempunyai bukti apapun terhadap hartanya tersebut, akhirnya dia mengingkari harta yang menjadi tanggungannya, lalu dia membawanya ke pengadilan atau hakim padahal dia mengetahui kalau kebenaran itu tidak berpihak kepadanya, dan sungguh dia telah berdosa  dan memakan harta yang haram.

Diriwayatkan oleh Ka’ab bin Ayadh R.A bahwa Nabi bersabda, “Sesungguhnya bagi setiap umat tersebut ada fitnah dan fitnah umatku adalah harta.” (Hr. Bukhari). Di antara hal yang kita lihat terjadi adalah banyaknya orang yang terlalu menganggap remeh memakan harta yang haram, hal ini sebagai wujud dari apa yang telah diperingatkan oleh Nabi Muhammad Saw. di dalam sebuah sabdanya, “Akan datang kepada manusia suatu masa di mana seseorang tidak lagi menghiraukan  dengan apakah dia mengambil harta orang lain, apakah dari hal yang halal atau haram.”

Dalam sebuah hadits riwayat An-Nu’man bin Basyir Ra Rasulullah bersabda,  “Sesungguhnya yang halal itu sudah jelas dan yang haram pun sudah jelas, dan di antara keduanya terdapat perkara yang syubhat yang tidak diketahui oleh banyak manusia, maka barangsiapa yang menjaga dirinya dari perkara-perkara yang syubhat maka dia telah menjaga agama dan kehormatannya dan barangsiapa yang terjatuh pada syubhat maka dia telah terjebak ke dalam perkara yang diharamkan, seperti sorang yang mengembalakan gembalanya di sekitar perbatasan hamper saja dia terjebak melampuai batas tersebut.”  (Hr. Bukhari)

Di antara bentuk memakan harta yang haram adalah memakan harta riba. Riba telah diharamkan, dan Allah  melaknat orang yang memakannya, penulisnya dan dua orang yang menjadi saksinya. Allah swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Al-Baqarah: 278)  (ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*