Meraih Kemuliaan dengan Mengingat Kematian

Meraih Kemuliaan dengan Mengingat Kematian

Al-Imam Al-Qurthubi berkata, “Siapa yang banyak mengingat mati, ia akan dimuliakan dengan tiga perkara: bersegera untuk bertaubat, hati merasa cukup, dan bersemangat dalam beribadah. Sebaliknya, siapa yang melupakan mati ia akan dihukum dengan tiga perkara: menunda taubat, tidak ridha dengan perasaan cukup dan malas dalam beribadah. Maka berpikirlah, wahai orang yang tertipu, yang merasa tidak akan dijemput kematian, tidak akan merasa sekaratnya, kepayahan, dan kepahitannya. Cukuplah kematian sebagai pengetuk hati, membuat mata menangis, memupus kelezatan dan menuntaskan angan-angan. Apakah engkau, wahai anak Adam, mau memikirkan dan membayangkan datangnya hari kematianmu dan perpindahanmu dari tempat hidupmu yang sekarang?”    ( At-Tadzkirah,hal.9)

Mengingat mati akan melembutkan hati dan menghancurkan ketamakan terhadap dunia. Karenanya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan tuntunan untuk banyak mengingat mati. Beliau bersabda dalam hadits yang disampaikan AbuHurairah: “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian).” (HR. At-Tirmidzi no. 2307, An-Nasa`i no. 1824, Ibnu Majah no. 4258. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata tentang hadits ini, “Hasan shahih.”)

Dalam hadits itu terkandung beberapa hikmah yaitu:

–          Disunnahkannya setiap muslim yang sehat ataupun yang sedang sakit untuk mengingat mati dengan hati dan lisannya, serta memperbanyak mengingatnya hingga seakan-akan kematian di depan matanya. Karena dengan demikian akan menghalangi dan menghentikan seseorang dari berbuat maksiat.

–          Mengingat mati di kala dalam kesempitan akan melapangkan hati,  sebaliknya ketika dalam kesenangan hidup tidak akan lupa diri. Dengan demikian akan selalu dalam keadaan bersiap untuk mati.

–          Mengingat mati akan mencegah keresahan hidup dan berkhayal tidak menentu tentang masa depan. “Ingatlah mati niscaya kau akan memperoleh kelegaan, dengan mengingat mati akan pendeklah angan-angan.”

–          Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Tidaklah hati seorang hamba sering mengingat mati melainkan dunia terasa kecil dan tiada berarti baginya. Dan semua yang ada di atas dunia ini hina baginya.”

Berbahagialah mereka yang selalu mengingat mati, karena kematian akan datang dengan tidak disangka-sangka.  “Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktu ajalnya.” (Al-Munafiqun: 11)  (Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*