Apa yang Harus Dilakukan  Ketika Berada di Pasar atau Pusat Perbelanjaan?

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Berada di Pasar atau Pusat Perbelanjaan?

Berbelanja di pasar, mall atau pusat perbelanjaan sudah menjadi kebutuhan sehari-hari seluruh umat. Bahkan sekarang ada kecenderungan, pasar atau pusat perbelanjaan tidak sekedar menjadi tempat membeli kebutuhan hidup sehari-hari tetapi juga menjadi tempat rekreasi. Islam sebagai agama yang lengkap juga memberi tuntunan bagi umatnya, baik sebagai pembeli maupun penjual ketika berada di pasar atau pusat perbelanjaan. Berikut ini beberapa tuntunan yang sebaiknya diperhatikan dan dilaksanakan ketika berada di pasar atau pusat perbelanjaan:

  1. Hendaknya berdzikir kepada Allah disaat masuk pasar karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Barangsiapa yang masuk ke pasar lalu membaca: (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Alloh semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah kerajaan, dan kepunyaan-Nyalah segala pujian, Dia yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia Maha Hidup tidak akan mati; di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), maka Alah mencatat sejuta kebajikan baginya, dan menghapus sejuta dosa darinya, dan Dia tinggikan baginya sejuta derajat dan Dia bangunkan satu istana baginya di dalam surga. (HR. Ahmad dan At-Turmudzi)
  2. Menjaga agar selalu memenuhi akad dan janji serta kesepakatan-kesepakatan di antara dua belah fihak (pembeli dan penjual). Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu.” (Qs. Al Maidah: 1)
  3. Mengukuhkan jual beli dengan persaksian atau catatan (dokumentasi), karena Allah telah berfirman, “Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli.” (Qs. Al-Baqarah: 282).
  4. Bersikap ramah dan memberikan kemudahan dalam proses jual beli. Rasulullah bersabda, “Allah akan belas kasih kepada seorang hamba yang ramah apabila menjual, ramah apabila membeli dan ramah apabila memberikan keputusan.“ (HR. Al-Bukhari).
  5. Jujur, terbuka dan tidak menyembunyikan cacat barang jualan. Rasulullah bersabda, “Seorang muslim itu adalah saudara muslim lainnya, maka tidak halal bagi seorang muslim membeli dari saudaranya suatu pembelian yang ada cacatnya kecuali telah dijelaskannya terlebih dahulu.“ (HR. Ahmad)
  6. Jangan mudah mengobral sumpah di dalam berjual beli. Rasulullah bersabda, “Hindarilah banyak bersumpah di dalam berjual-beli, karena sumpah itu dapat menghabiskan (barang) kemudian membatalkan (barakahnya).“ (HR. Muslim).
  7. Menghindari penipuan, kecurangan dan pengkaburan serta berlebih-lebihan di dalam menarik keuntungan. Telah diriwayatkan bahwa sesungguhnya Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam pernah menjumpai setumpuk makanan, maka Nabi memasukkan tangannya ke dalam tumpukan tersebut, maka jari-jemarinya basah. Maka beliau bersabda: Apa ini, wahai si pemilik makanan? Pemilik makanan menjawab: Terkena hujan, wahai Rasulullah. Maka Nabi bersabda: Kenapa bagian yang basah tidak kamu letakkan di paling atas agar dilihat oleh manusia? Barangsiapa yang curang terhadap kami, maka ia bukan dari golongan kami. (HR. Muslim).
  8. Menghindari perbuatan curang di dalam menakar atau menimbang barang dan tidak menguranginya. Allah berfirman, “Celakalah bagi orang-orang yang curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.“ (Qs. Al-Muthaffifin: 1-3).
  9. Menghindari riba, penimbunan barang dan segala perbuatan yang dapat merugikan orang banyak. Rasulullah bersabda, “Allah mengutuk (melaknat) pemakan riba, pemberinya, saksi dan penulisnya. (HR. Ahmad). Dan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda,    “Tidak akan menimbun barang kecuali orang yang salah.“ (HR. Muslim).
  10. Selalu menjaga syi`ar-syi`ar agama, tidak melalaikan shalat berjamaah karena berjual beli. Maka sebaik-baik manusia adalah orang yang lalai terhadap masalah-masalah akhiratnya atau sebaliknya. Allah berfirman, “Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) menunaikan zakat.“ (Qs. An-Nur: 37).

(Sumber: Kitab “Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari” karangan Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan/anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*