Yakinlah, Rezeki Allah Pasti Datang

Yakinlah, Rezeki Allah Pasti Datang

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS. Ath Thalaaq: 2-3)

Maka, carilah rezeki yang baik di sisi Allah Swt. Godaan untuk mendapatkan harta dengan cara yang tidak disukai-Nya akan selalu ada, namun jika kita ikhlas melepaskannya maka Allah akan menggantinya dengan rezeki yang lebih baik. Ingatlah selalu, harta halal yang sedikit akan mendatangkan keberkahan dan ketenangan hati. Harta yang melimpah namun dari jalan haram hanya akan menambah sesak di dada, kesusahan di dunia dan siksa di akhirat.

Banyak manusia merasa khawatir dalam mencari rezeki Allah Swt. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela menggadai diri dan menghinakan martabat. Kondisi dunia modern yang sarat persaingan dan pergulatan menuntut mereka untuk lebih berjibaku dalam mencari nafkah. Betapa banyak setiap pagi hari di belahan bumi manapun didapati wajah-wajah penuh ketegangan dan kepanikan yang memancarkan rona khawatir dalam mengais rezeki di pagi hari. Seolah mereka tiada memiliki Allah yang Maha Kaya Yang Mampu menjamin rezeki setiap hamba-Nya. Dialah Allah, Ar Razzaq Sang Pemberi Rezeki.

Hal yang sering luput dari diri manusia adalah keimanan dan keyakinan bahwa Allah Swt telah menjamin rezeki dan nafkah setiap hambaNya. Karena keyakinan ini semakin memudar, maka setiap individu bergulat dan berkutat dalam kehidupan dunia demi memenuhi kebutuhan hidup belaka. Dalam kitab Mirqaat al Mafatiih terdapat kutipan pernyataan Al Qusyairi yang mengatakan, “Seseorang yang mengetahui bahwa Allah itu adalah Sang Pemberi Rezeki, berarti ia telah menyandarkan tujuan kepada-Nya dan mendekatkan diri dengan terus bertawakal kepada-Nya.”

Pernyataan Al Qusyairi ini penting untuk diyakini bahwa memang kunci mendapatkan rezeki adalah dengan mendatangi Sang Pemilik rezeki yaitu Ar Razzaq. Sebab dengan mendatanginya maka segala kebutuhan akan terpenuhi. Rasulullah telah bersabda, “Hai manusia, jika dari generasi pertama sampai terakhir, baik jin dan manusia berkumpul dalam satu tempat untuk meminta kepada-Ku, lalu masing-masing orang meminta untuk dipenuhi kebutuhannya, niscaya hal tersebut tidak mengurangi sedikit pun dari kekuasaan-Ku, kecuali hanya seperti jarum yang dicelupkan di laut.” (HR. Muslim)

Ini semua bukanlah demi menafikan sebuah ikhtiar mencari nafkah atau bekerja. Tetap saja bekerja adalah sebuah prasyarat mulia untuk mendapatkan nafkah, dan para nabi manusia terhormatpun tetap melakukannya. Namun yang terpenting,  dalam mencari rezeki dan nafkah adalah ketaatan kepada Allah Sang Pemberi rezeki. Dalam kitab Shahih Al Jami’ disebutkan sebuah hadits dari Rasulullah Saw yang berbunyi, “Sesungguhnya malaikat Jibril menghembuskan ke dalam hatiku bahwasanya jiwa hanya akan mati sampai tiba masanya dan memperoleh rezekinya, maka bertakwalah kepada Allah, carilah nafkah yang baik, jangan bermalas-malasan dalam mencari rezeki, terlebih mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah karena sesungguhnya Allah tidak akan memberikan apa yang dicarinya kecuali dengan taat kepadaNya.”

Oleh sebab itu, tidak usah khawatir dalam mencari rezeki Allah. Yakinlah bahwa rezeki itu datang, bahkan kedatangannya menghampiri diri kita begitu cepat. “Sesungguhnya rezeki itu akan mencari seseorang dan bergerak lebih cepat daripada ajalnya.” (HR. Thabrani) Semoga Allah memberkahi rezeki dan hidup kita bersama. (eramuslim/ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*