Bagaimana Ketika Khotbah Jum’at Tertidur?

Bagaimana Ketika Khotbah Jum’at Tertidur?

Ibadah shalat Jum’at merupakan ibadah istimewa, selain menjadi kewajiban bagi kaum pria beriman, juga merupakan media dakwah dan ukhuwah bagi kaum muslimin. Di dalamnya terdapat khotbah yang disampaikan khotib, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari seluruh rangkaian ibadah shalat Jum’at. Sayangnya, sering kita jumpai jamaah shalat Jum’at yang tidur atau tertidur ketika khotbah sedang disampaikan. Hal ini tentu sangat disayangkan sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu ‘Aun, dari Ibnu Sirin, ia berkata, “Mereka (para ulama) tidak menyukai tidur pada saat imam berkhutbah dan mereka memperingatkan tentang itu dengan peringatan yang keras.” Di kesempatan lain Ibn Sirin mengatakan, “Mereka berkomentar, orang yang tidur ketika mendengarkan khutbah seperti pasukan perang yang gagal.” Artinya, tidak mendapatkan ghanimah sedikitpun. (Tafsir al-Qurthubi, 18:117)

Terkait dengan hal ini Rasulullah melarang kita duduk memeluk kaki ketika khotbah disampaikan. Hadis dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang duduk memeluk lutut pada hari ketika imam sedang berkhutbah. (HR. Abu Daud, Turmudzi dan dihasankan al-Albani). Ketika menyebutkan hadis ini, an-Nawawi mengutip keterangan al-Khithabi:  “Perbuatan ini dilarang, karena ini bisa menyebabkan ngantuk, sehingga bisa jadi wudhunya batal, dan terhalangi mendengarkan khutbah.” (al-Majmu’, 4:592)

Lalu bagaimana kalau sudah sangat mengantuk? Dalam hal ini dianjurkan bagi orang yang mengantuk untuk berpindah tempat. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika salah seorang kalian mengantuk di masjid pada hari Jum’at, hendaknya dia pindah dari tempat duduknya itu ke tempat lain.” (HR. Ahmad dalam al-Musnad, no. 4643). Namun yang terpenting sesungguhnya menata niat untuk sungguh-sungguh menunaikan ibadah shalat Jum’at dengan sumpurna termasuk mendengarkan khotbah Jum’at tanpa mengantuk. Persiapkan fisik dan mental untuk beribadah shalat Jum’at sejak dari pagi sebelum berangkat ke masjid. (Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*