Rahasia Terkabulnya Doa

Rahasia Terkabulnya Doa

Doa dalam Islam bukan sekedar permohonan seorang hamba kepada Rabnya tetapi juga merupakan ekspresi penghambaan, kedekatan dan ibadah kepada Allah Swt. Allah juga bangga pada hamba-Nya yang berdoa dan berjanji akan mengabulkan setiap doa sebagaimana firman-Nya, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina”. [Qs. Al Mu’min: 60].

Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa banyak di antara kita yang berdoa tidak dikabulkan? Mengapa permohonan dan permintaan kita, yang terus dilantunkan melalui doa-doa yang tidak putusnya seolah tidak dikabulkan oleh Allah? Untuk menjawab pertanyaan ini ada sebaiknya kita simak firman Allah, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.“(Qs: Al-Baqarah: 186). Jelas dalam ayat ini bahwa agar doa terkabul harus memenuhi beberapa persyaratan, dan hal ini yang sering diabaikan sehingga membuat doa tidak terkabul. Di antara beberapa ‘persyaratan’ yang menyebabkan doa terkabul adalah:

  1. Makan Makanan Halal. Rasulullah mengisahkan seseorang yang rambutnya acak-acakan dan berdebu lalu menengadahkan tangannya ke langit untuk berdoa,“Ya Rabi, ya Rabi.’ Padahal, makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan keluarganya diberi makan dari sumber yang haram. Bagaimana doanya akan dikabulkan?” [HR Muslim, At-Tirmidzi, dan Ahmad].

Di hadist yang lain Rasulullah bersabda, “Wahai Sa’ad, perbaikilah (murnikanlah) makananmu, niscaya kamu menjadi orang yang terkabul do’anya. Demi yang jiwa Muhammad dalam genggaman-Nya. Sesungguhnya seorang hamba melontarkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya maka tidak akan diterima amal kebaikannya selama empat puluh hari. Siapapun yang dagingnya tumbuh dari yang haram maka api neraka lebih layak membakarnya. (Hr. Ath-Thabrani)

  1. Berprasangka Baik kepada Allah, Yakin Doa akan Terkabul. Berdoa itu meminta segala sesuatu di hadapan Allah yang Maha Agung. Maka jangan pernah sesekali berburuk sangka terhadap Allah Subhanahu Wata’ala. Berbaik sangkalah apabila berdoa kepada-Nya, jangan ada keraguan terhadap- Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:“Aku akan mengikuti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdoa kepadaKu.” [HR. Bukhari dan Muslim].
  2. Dengan Adab Yang Baik. Menghadap Allah harus dengan penuh harapan, perasaan rendah diri dan khusu’. Mulailah dengan memuji Allah atau shalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam. Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat yang mewakili-Nya bagi barangsiapa yang berdoa dengan berkata:“Yaa arhamarraahimiin. Maka siapa saja yang menyebutnya 3 kali, maka menjawablah malaikat itu: Sesungguhnya Allah arhamarraahimiin telah (berkenan) mengabulkan permohonanmu. Maka mintalah kepada-” [Hr. Hakim]
  3. Bersungguh-sungguh dalam Berdoa. Rasulullah telah bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah dengan doa-nya.” ( Hr. Tirmidzi). Di hadist lain diungkapkan, “Apabila seseorang dari kamu berdoa dan memohon kepada Allah, janganlah ia mengucapkan: ‘Ya Allah, ampunilah dosaku jika Engkau kehendaki, sayangilah aku jika Engkau kehendaki, dan berilah rizki jika engkau kehendaki.‘ Akan tetapi, ia harus bersungguh-sungguh dalam berdoa. Sesungguhnya Allah berbuat menurut apa yang Ia kehendaki dan tidak ada yang memaksa-Nya” [Hr. Bukhari no. 7026].
  4. Tidak Tergesa-gesa Dalam Menunggu Terkabulnya Doa. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. “Akan dikabulkan permintaan seseorang di antara kamu, selagi tidak tergesa-gesa, yaitu mengatakan: Saya telah berdoa tetapi belum dikabulkan“. [Hr. Bukhari dan Muslim)
  5. Berdoa di Waktu dan Tempat yang Tepat. Banyak hadist yang menunjukkan waktu terbaik untuk berdoa di antaranya, waktu antara adzan dan iqomah, sepertiga malam terakhir, ketika turun hujan dan ketika puasa menjelang waktu berbuka. Sementara tempat yang tepat untuk berdoa di antaranya, Multazam dan Raudhoh.

Semoga dengan memenuhi ‘persyaratan’ tersebut, doa-doa kita akan dikabulkan. Dan percayalah bahwa Allah pasti mengabulkan doa kita. (Anton/Zainul Muslimin)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*