6 Langkah ‘Mudah’ Mendapatkan Lailatul Qadar

6 Langkah ‘Mudah’ Mendapatkan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Rasulullah, “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (Hr. Bukhari). Dan pada malam penuh kemuliaan ini semua ibadah dan ketaatan kita kepada Allah Swt akan mendapat nilai berlipat karena malam ini lebih mulia dibandingkan malam 1000 bulan. “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Qs. Al Qadar: 3-5). Berikut ini beberapa amalan ‘mudah’ yang sebaiknya dilakukan pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan untuk mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar:

  1. Bersungguh-sungguh Bersama Keluarga. Rasulullahshallallahu ’alaihi wa sallam bersungguh-sungguh bersama seluruh keluarga pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dengan kesungguhan yang lebih daripada malam-malam sebelumnya dalam mengerjakan shalat, membaca Al Qur’an, dan berdoa. Dari Aisyah Radiyallahu ‘anha, “Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah, menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul Qadar), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (Hr. Bukhari dan Muslim).
  2. I’tikaf. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallamberi’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan untuk meraih lailatul qadar. Sebagaimana hadits yang terdapat dalam Shahih Muslim, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Aku dahulu beri’tikaf pada sepuluh hari pertama bulan Ramadhan untuk mencari lailatul qadar, lalu aku beri’tikaf pada sepuluh hari. Kemudian diwahyukan kepadaku bahwa lailatul qadar ada di sepuluh hari terakhir. Maka barangsiapa yang mau beri’tikaf hendaknya ia beri’tikaf”. Maka para sahabat pun beri’tikaf bersama beliau.
  3. Shalat Malam. Sebagaimana hadits Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengerjakan shalat malam pada malam lailatul qadar karena iman dan mengarapkan pahala, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (Hr. Bukhari dan Muslim).
  4. Berdoa. Doa yang paling afdhal untuk diperbanyak dibaca ketika malam lailatul qadar adalah do’a yang diajarkan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam kepada ‘Aisyah radhiyallahu ’anha. Sebagaimana diriwayatkan dalam Sunan At Tirmidzi yang juga beliau nilai shahih, dari ‘Aisyah radhiyallahu ’anhaia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika seandainya saya mengetahui bahwa suatu malam adalah malam lailatul qadar. Apa yang saya baca ketika itu?” Rasulullah bersabda, “Bacalah : ‘Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Maaf, dan Engkau menyukai permintaan maaf, maka ampunilah aku)’” (Hr. Tirmidzi, Ibnu Majah).
  5. Membaca Al Qur’an. Ramadhan adalah bulan Al Qur’an. Dan setiap malam malaikat Jibril datang kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallamuntuk mengajarkan dan mendengarkan hafalan Al Qur’an Nabi. Hal ini diceritakan oleh Ibnu ‘Abbasradhiyallahu ’anhuma, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus” (HR. Bukhari). Maka pada malam hari bulan Ramadhan terutama sepuluh hari terakhir dianjurkan untuk memperbanyak bacaan Al Qur’an.
  6. Istighfar. Hendaknya memperbanyak istighfar di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Sebagaimana hadits ‘Aisyah radhiyallahu ’anhayang diajari Rasulullah sebuah doa untuk diamalkan ketika malam lailatul qadar yang isinya adalah permohonan ampun kepada Allah. Waktu malam secara umum adalah waktu yang afdhal untuk beristighfar, Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya: “Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)

Kita semua tentu berharap bisa bertemu dengan malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan. Mari kita bersama-sama ‘berjuang’ untuk meraihnya sebelum malam itu berlalu seiring dengan berlalunya bulan suci Ramadhan.  (Anton/Zainul Muslimin)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*