Mengapa Mereka Selalu Memusuhi Islam?

Mengapa Mereka Selalu Memusuhi Islam?

Islamfobia dan ketakutan pada Islam tidak pernah surut dihembuskan di seluruh dunia. Berbagai penilaian negatif, menyudutkan, dan memusuhi Islam seolah tidak pernah berhenti. Kita tentu pantas bertanya, mengapa mereka selalu saja memusuhi Islam? Mengapa mereka tidak pernah berhenti melakukan provokasi dan memusuhi Islam? Ternyata Allah telah memberi jawaban atas pertanyaan ini.  Sampai kapanpun mereka memang akan memusuhi Islam. Mereka adalah kaum Yahudi, musyik dan Nasrani yang akan menjadi musuh abadi kaum muslim, sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik” (Qs. Al-Maaidah: 82). Juga di ayat yang lain, “Dan tidak akan rela orang-orang Yahudi dan Nasrani kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka.” (Qs. al-Baqarah: 120)

Rasulullah juga telah memberi penjelasan tentang hal ini. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda, ”Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi. maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi dibelakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon:”wahai muslim wahai hamba Allah ini yahudi dibelakangk u, kemari dan bunuhlah ia kecuali pohon Gorqhod karena ia adalah pohon Yahudi” (HR Muslim)  Hadist ini menunjukkan, bahwa permusuhan antara kaum muslimin dan Yahudi memang akan terus terjadi hingga akhir jaman. Jika setan adalah musuh abadi manusia, karena hasad kepada Adam as, maka yahudi adalah musuh abadi umat Islam karena hasad kepada nabi Muhammad Saw dan umat Islam.

Berkaitan dengan penghinaan yang sering mereka lakukan terhadap simbol-simbol Islam, Dr. Muhammad Imarah, pemikir Islam dan anggota Ulama Senior Al Azhar, mengatakan bahwa hal tersebut sudah menjadi sunnatullah yang tidak akan berubah. Landasannya adalah ayat al-Quran yang berbunyi “Dan begitulah kami jadikan musuh untuk setiap nabi.”  Dalam sebuah seminar yang bertajuk “Bersama Mendukung Rasul”, Dr. Imarah mengatakan bahwa penghinaan terhadap Islam dan rasul sifatnya kekal dan akan terus berlangsung.  Ia menjelaskan bahwa Barat menggambarkan Islam seperti fasisme, karena 10% dari gereja-gereja di Eropa ditutup karena berpindah kepada Islam, penggunaan nama “Muhammad” untuk anak yang lahir di Eropa semakin meningkat, dan di sana ada orang yang masuk Islam setiap harinya.

Apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi serangan yang tidak akan pernah berhenti itu? Langkah pertama tentu kita harus meneguhkan komitmen dan kesungguhan iman untuk membentengi diri dan seluruh umat Islam dari serangan yang melunturkan iman dan akidah. Jangan sampai kita terjebak pada provokasi dan hasutan licik yang sering mereka lakukan. Bukankah Rasulullah juga telah memberi peringatan agar kita waspada dan berhati-hati pada tipu daya mereka?   Dari Abu Sa‘id Al Khudri, ia berkata: “Rasululah bersabda: ‘Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalianpun akan masuk ke dalamnya.’ Mereka (para sahabat) bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kaum Yahudi dan Nasrani?’ Sabda beliau: “Siapa lagi.” (Hr. Bukhari dan Muslim).   (Anton/Zainul Muslimin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*