Bagaimana Rasulullah Tidur?

Bagaimana Rasulullah Tidur?

Rasulullah selalu tidur lebih awal dan bangun lebih awal. Rasulullah selalu mengajak umatnya agar selalu bangun sebelum waktu subuh serta melaksanakan shalat shubuh berjamaah di masjid. Selain mendapat pahala, dengan berjalan ke masjid, kita akan menghirup udara subuh yang segar dan mengandung oksigen. Oleh karena itu,  orang yang suka bangun pagi dan menghirup udara pagi mempunyai paru-paru yang lebih kuat dan sehat. Di samping itu, udara subuh dapat memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan. Keuntungan yang akan diperoleh adalah badan sehat, otak cerdas, penghidupan lapang dan mendapatkan kebaikan di dunia akhirat.

Sebelum tidur Rasulullah selalu berwudhu, sebagaimana disebutkan sabahat al-Bara’ bin Azib radliyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya, “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan shalat.” (Hr. Bukahri dan Muslim).

Sebelum tidur dianjurkan untuk berdoa, sebagaimana Rasulullah mencontoh doa sebelum tidur: “Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati” (HR Bukhari-Muslim). Kemudian ketika bangun tidur kita juga dianjurkan untuk berdoa: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Ia mematikan kami. Dan kepada-Nya kita semua berkumpul” (Hr Bukhari). Selanjutnya dalam hadist lain disebutkan, “Dari Aisyah RA katanya: Rasulullah SAW apabila berbaring di tempat tidurnya pada setiap malam, baginda mengangkat kedua tangannya (seperti berdoa), lalu meniup dan membaca Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falak dan Surah An-Naas, kemudian baginda menyapukan tangannya ke seluruh badan yang dapat disapunya dari kepala dan mukanya dan bahagian depan daripada tubuhnya. Baginda melakukannya sebanyak tiga kali.” (Hadis Riwayat Imam Tirmidzi).

Kemudian Rasulullah tidur dengan miring ke kanan sebagaimana hadist “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (Hr. Al-Bukhari dan Muslim).  Di hadist lain Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang tidak disukai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Ahmad dan Al-Hakim). Hikmah dan manfaat dari tidur dengan posisi miring ke kanan ternyata sangat banyak, di antaranya menjaga saluran pernafasan karena terhalang oleh lidah, mengurangi beban jantung dan dapat mengistirahatkan otak.

Cara tidur Rasulullahpun sarat makna. Ibnu Qoyyim, seorang intelektual Islam berkata, “Barangsiapa yang memperhatikan pola tidur Rasulullah, niscaya ia akan memahami pola tidur yang benar dan paling bermanfaat untuk badan dan organ tubuh”. Ibnu qayyim Al Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh ke arah kanan, sambil berdzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Terkadang beliau memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling sehat.

Dan setiap kali bangun selepas selesai tidur Rasulullah akan mengucap syukur dengan membaca, “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dibangkitkan.” (Hr. Bukhari, Muslim) Kemudian Rasulullah Saw  bersiwak, lalu berwudhu dan sholat sampai waktu diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan. Rasulullah SAW biasa tidur selepas Isya untuk kemudian bangun malam. Rasulullah telah memberi tuntunan tidur yang sehat, mengapa kita tidak mempraktekkannya? (Agus Sofyan/Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*