Siapa yang Mendapat Ujian Paling Berat?

Siapa yang Mendapat Ujian Paling Berat?

Ketika memperoleh ujian apapun bentuknya biasanya seseorang akan merasa sangat berat dan menghadapinya dengan keluh kesah. Dunia seakan terasa sempit, bahkan banyak diantara mereka yang kemudian terjebak pada jalan kemaksiatan ketika mencari jalan keluar. Padahal sesungguhnya ujian dan cobaan yang diberikan kepada kita jauh lebih ringan dibandingkan ujian yang diberikan kepada para nabi dan rasul serta para syuhada perjuang Islam. Ujian juga akan semakin berat bagi mereka yang kualitas keimanannya semakin tinggi dan kokoh.

Dalam sebuah hadist dari Mush’ab bin Sa’id dari ayahnya, ia berkata,  “Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,  “Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”  (Hr. Tirmidzi)

Ibnu Taimiyah mengatakan, “Cobaan yang semakin berat akan senantiasa menimpa seorang mukmin yang sholeh untuk meninggikan derajatnya dan agar ia semakin mendapatkan ganjaran yang besar.” Dijelaskan juga, “Allah akan memberikan cobaan terberat bagi setiap orang mukmin yang sempurna imannya.”  Al Munawi mengatakan, “Jika seorang mukmin diberi cobaan maka itu sesuai dengan ketaatan, keikhlasan, dan keimanan dalam hatinya.”  Al Munawi juga menjelaskan, “Barangsiapa yang menyangka bahwa apabila seorang hamba ditimpa ujian yang berat, itu adalah suatu kehinaan; maka sungguh akalnya telah hilang dan hatinya telah buta. Betapa banyak orang sholeh (ulama besar) yang mendapatkan berbagai ujian yang menyulitkan. Tidakkah kita melihat mengenai kisah disembelihnya Nabi Allah Yahya bin Zakariya, terbunuhnya tiga Khulafa’ur Rosyidin, Ibnu Zubair dan Ibnu Jabir. Begitu juga tidakkah kita perhatikan kisah Abu Hanifah yang dipenjara sehingga mati di dalam buih, Imam Malik yang dibuat telanjang kemudian dicambuk dan tangannya ditarik sehingga lepaslah bahunya, begitu juga kisah Imam Ahmad yang disiksa hingga pingsan dan kulitnya disayat dalam keadaan hidup. … Dan masih banyak kisah lainnya.

Semakin kuat iman seseorang maka akan semakin berat cobaan. Namun hal itu juga menjadi bukti bahkan Allah semakin mencintainya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya balasan terbesar dari ujian yang berat. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa ridho, maka Allah pun ridho. Dan barangsiapa murka (tidak suka pada cobaan tersebut, pen), maka baginya murka Allah.” (Hr. Tirmidzi).

Oleh karena itu, kita tidak perlu berkeluh kesah ketika mendapat ujian karena sesungguhnya ujian itu masih ringan, dan hal itu menjadi bukti bahwa Allah mencintai kita. (Anton/Zainul Muslimin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*