Bila Anda Sakit, Inilah Jalan Terbaik untuk Sembuh

Bila Anda Sakit, Inilah Jalan Terbaik untuk Sembuh

Suatu ketika kita pasti sakit, apapun jenis, bentuk dan nama penyakitnya. Seorang yang sakit diperbolehkan untuk berobat agar sembuh dari penyakitnya. Namun setiap muslim harus meyakini bahwa Allah-lah yang menurunkan penyakit dan Dia pula yang menurunkan obatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah tidak menurunkan penyakit melainkan pasti menurunkan obatnya.” (Hr. Al-Bukhari dari Abu Hurairah) Dalam hadits yang lain beliau bersabda, “Setiap penyakit ada obatnya, jika suatu obat itu tepat (manjur) untuk suatu penyakit, maka penyakit itu akan sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR. Muslim dari Jabir)

Dalam usaha untuk mencari sarana kesembuhan seorang muslim harus memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Ikhtiar untuk memperoleh kesembuhan tetap harus dilakukan baik secara medis maupun cara lain yang tidak melanggar tuntunan sya’i. Namun harus dipahami, bahwa obat, dokter dan terapi lain hanya sebagai sarana penyembuhan, sedangkan yang benar-benar menyembuhkan adalah Allah Ta’ala. Allah berfirman, mengisahkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, “Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.” (Qs. Asy Syu’araa’: 80) “Jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Yunus: 107)
  2. Ikhtiar (usaha) dalam mencari obat tersebut tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang haram. Yang termasuk haram adalah berobat dengan menggunakan obat yang terlarang atau barang-barang yang haram, karena Allah tidak menjadikan penyembuhan dari barang yang haram. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah dan janganlah berobat dengan (obat) yang haram.” (HR. Ad-Daulabi dalam Al Kuna, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al Ahaadits Ash Shahiihah no. 1633) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan (dari penyakit) kalian pada hal-hal yang haram.” (hadits riwayat Abu Ya’la VI/104 no..6930, Majma’uz Zawaa-id V/86 dan Ibnu Hibban (no. 1397-Mawaarid).
  3. Tidak boleh berobat dengan hal-hal yang syirik. Yang termasuk hal ini adalah pengobatan alternatif dengan cara mendatangi dukun, tukang sihir, paranormal, “orang pintar”, menggunakan jin, pengobatan dengan jarak jauh, atau sebagainya yang tidak sesuai dengan syariat, sehingga dapat mengakibatkan jatuh dalam syirik dan dosa besar yang paling besar. Orang yang mendatangi dukun atau orang pintar tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari. Rasullulah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa yang datang kepada dukun/orang pintar/tukang ramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 malam.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Akidah yang benar dan bersih dari kesyirikan lebih utama dari pada kesembuhan. Oleh karena itu seorang muslim hendaknya berhati-hati ketika berikhtiar memperoleh kesembuhan. Jangan sampai keinginan untuk sembuh dari penyakit justru mengantar pada jalan kesyirikan yang dilaknat Allah. (Ummu Nabiilah/Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*