Kematian itu Memaksa, Rahasia dan Tidak Bisa Ditunda

Kematian itu Memaksa, Rahasia dan Tidak Bisa Ditunda

Siapa pun yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Tidak ada yang bisa melepaskan diri dari takdir berupa kematian. Kematian akan mengejar siapapun meskipun dia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini. Kalau tiba saatnya, dimana pun manusia berada, kematian akan mendatanginya, “Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS al-Jumu’ah: 8)

Kematian juga bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian, “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran:154)

Di ayat yang lain juga dijelaskan bahwa datangnya kematian adalah rahasia, dan menjadi hak Allah untuk menghadirkannya. “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS, Luqman:34)

Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat,  “Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS, Al-Munafiqun:11)

Kematian bisa datang setiap saat. Kehadirannya sungguh sangat memaksa, rahasia, dan tidak bisa ditunda. Sudah siapkan kita menyambut kahadirannya? (Anton/Zainul Muslimin)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*