Jangan Tidur Setelah Subuh

Jangan Tidur Setelah Subuh

Ada fenomena menarik di kalangan kaum muslimin di saat bulan Ramadhan seperti sekarang ini. Karena berbagai pertimbangan dan alasan, banyak di antara mereka yang tidur setelah sahur atau shalat subuh. Meskipun tidak ada larangan tegas tentang kebiasaan tidur setelah subuh, namun sesungguhnya waktu sesudah subuh adalah waktu yang mulia dan penuh keberkahan. Oleh karena itu, sebaiknya tidak disia-siakan untuk tidur. Sesudah shalat subuh Rasulullah lebih banyak di masjid sampai matahari terbit.

Dari Sammak bin Harb, aku bertanya kepada Jabir bin Samurah, “Apakah anda sering menemani duduk Rasulullah Saw?” Jawaban Jabir bin Samurah, “Ya, sering. Rasulullah Saw tidaklah meninggalkan tempat beliau menunaikan sholat subuh hingga matahari terbit. Jika matahari telah terbit maka beliau pun bangkit meninggalkan tempat tersebut. Terkadang para sahabat berbincang-bincang tentang masa jahiliah yang telah mereka lalui lalu mereka tertawa-tawa sedangkan Nabi Saw hanya tersenyum-senyum saja mendengarkan hal tersebut” (HR Muslim).

Rasulullah mendoakan umatnya dengan keberkahan pada pagi hari. Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih). Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata : “Termasuk hal yang makruh bagi mereka, yaitu orang shalih adalah tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu waktu memanen ghonimah (waktu meraih kebaikan yang banyak.”) (Madarijus Salikin, 1: 369)

Para sahabat juga tidak menyukai tidur sesudah subuh. Dari ‘Urwah bin Zubair, beliau mengatakan, “Dulu Zubair melarang anak-anaknya untuk tidur di waktu pagi”. Urwah mengatakan, “Sungguh jika aku mendengar bahwa seorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya” (diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang sahih).

Imam Ibnul Qayyim mengatakan dalam kitabnya Zaadul Ma’aad, bahwasannya orang yang tidur di pagi hari akan menghalanginya dari mendapatkan rizki. Karena waktu subuh adalah waktu di mana makhluk mencari rizkinya, dan pada waktu tersebut Allah membagi rizki para makhluk. Dan beliau menukil dari Ibn ‘Abbas radliyallahu ‘anhu bahwasannya dia melihat anaknya tidur di waktu pagi maka ia berkata kepada anaknya ‘bangunlah engkau! Apakah kamu akan tidur sementara waktu pagi adalah waktu pembagian rezeki?

Sementara penelitian ilmiah yang dilakukan ahli gizi Pramono mengungkapkan bahwa kebiasaan tidur setelah makan sahur atau shalat subuh dapat menyebabkan potensi penyakit stroke lebih besar. Berdasarkan hasil penelitian seperti dilansir tribunnews, orang yang memiliki jeda paling singkat antara makan dan tidur memiliki resiko lebih tinggi terkena stroke. Sementara orang yang memiliki jeda paling lama antara makan dan tidur mempunyai risiko terendah terkena stroke.

Resiko berbahaya lainya yang disebabkan tidur setelah makan sahur adalah menyebabkan perut menjadi buncit. Hal ini disesbabkan saat tidur tubuh jadi hemat energi dan secara otomatis lemak akan mudah tertimbun di perut. Dalam ajaran Islam larangan tidur setelah makan sahur juga ada, bahkan secara khusus Rasulullah bersabda akan larangan tidur setelah makan, karena dapat menyebabkan hati keras. “Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras.“(HR Abu Nu’aim dari Aisyah r.a.). (dari beberapa sumber/Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*