Apa Saja Penghapus Pahala Puasa?

Apa Saja Penghapus Pahala Puasa?

Hakikat puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga. Betapa banyak orang mampu menahan lapar dan dahaga namun tidak kuasa menahan dirinya dari hal yang sia-sia. Puasa yang sia-sia adalah puasa yang tidak menghasilkan (pahala) apapun selain lapar, dahaga dan kepayahan. Sayangnya, justru puasa jenis inilah yang dilakukan oleh kebanyakan umat Islam, sebagaimana diisyaratkan oleh Baginda Nabi Muhammad saw., “Betapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan apapun dari puasanya itu selain lapar dan dahaga saja.” (Hr. ath-Thabrani). Perbuatan apa saja yang bisa menjadi penghapus pahala puasa dan membuat puasa menjadi sia-sia, di antaranya adalah:

1. Berkata jorok dan tidak pantas. Puasa tidak hanya ‘mengistirahatkan’ mulut untuk makan dan minum tetapi juga menghentikannya dari kebiasaan berkata jorok dan tidak pantas. Sebagaimana sabda Nabi SAW, “Puasa itu adalah perisai. Karena itu jika salah seorang kalian berpuasa, janganlah ia berkata-kata kotor/jorok dan berdusta.”(Hr. Ahmad).

2. Melakukan perbuatan tercela, seperti pergi ke tempat maksiat atau perbuatan haram seperti berjudi dan minum-minuman keras (yang memabukkan). Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Puasa bukanlah dari makan, minum (semata), tetapi puasa itu menahan diri dari perbuatan sia-sia dan keji. Jika ada orang yang mencelamu, katakanlah : Aku sedang puasa, aku sedang puasa “
3. Berbohong. Berbohong dan berdusta merupakan perbuatan terlarang yang akan menghapus pahala berpuasa. Dari Abu Hurairah, Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan (tetap) mengamalkannya, maka tidaklah Allah Azza wa Jalla butuh (atas perbuatannya meskipun) meninggalkan makan dan minumnya”

4. Adu domba, sumpah palsu, dan ghibah. Berhati-hatilah terhadap perbuatan ini agar puasa kita tidak sia-sia. “Lima hal yang dapat menghilangkan pahala orang yang berpuasa, yakni berbohong, menggunjing, mengadu-domba, bersumpah dusta dan memandang dengan syahwat.” (HR Bukhari dan Muslim)

5. Tidak menjaga shahwat. Salah satu hakekat puasa adalah mengendalikan dari dari nafsu shahwat. Bila seseorang sedang berpuasa tidak menjaga diri dari doronga shahwat, baik melalui mata, telinga dan lainnya maka akan sia-sia puasanya bahkan bisa batal dan berdosa. “Setiap amalan kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “Kecuali puasa, amalan tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku.” (Hr. Muslim)

Mari kita jaga puasa Ramadhan ini dengan meninggalkan semua hal yang bisa menjadi penghapus pahala puasa, dan kita perbanyak amalan-amalan mulia yang akan mengantar kita menjadi manusia bertakwa. (Anton/Zainul Muslimin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*