Bersabarlah dalam Ketaatan agar Allah Melimpahkan Keberuntungan

Bersabarlah dalam Ketaatan agar Allah Melimpahkan Keberuntungan

“Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran, (yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian, dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Rabbnya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rejeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).” (Qs. Ar-Ra’d: 19-22).

Ibnul Qayim dalam kitab Idatush Shabirin menyatakan, sabar dalam ketakwaan mencakup seluruh kedudukan (Maqam) Islam dan iman. Banyak ayat-ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan perintah untuk bersabar dalam menghadapi takdir Allah dan sabar dalam meninggalkan larangan Allah . Allah telah menyampaikan tiga perkara ini dalam firmanNya, “Jika kamu bersabar dan bertakwa.” (Qs. Ali Imran:186). Dan, “Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar.” (Qs. Yusuf: 90). Serta, “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran: 200).

Seseorang harus sabar di atas ketaatan, karena ketaatan itu berat bagi jiwa dan terkadang berat bagi badan, bahkan juga dari sisi harta. Ibadah puasa Ramadhan misalanya, sungguh membutuhkan ketaatan yang sungguh-sungguh dari hamba yang beriman. Karena puasa bukan hanya menahan diri untuk tidak makan, minum dan berhubungan suami istri, tetapi juga harus mengendalikan diri dari semua hal yang akan mengurangi bahkan menghapus puasa. Bayangkan, semua hal yang sebelumnya halal berubah menjadi haram ketika berniat menjalankan ibadah puasa. Dibutuhkan kesabaran dan keiklasan untuk menahan lapar dan haus serta mengendalikan hawa nafsu yang akan mengurangi pahala puasa.

Demikian juga ibadah haji, ibadah ini memerlukan kesabaran menahan diri dari hal-hal yang dilarang, ini tentunya berat dan menyusahkan jiwa pelakunya. Juga dalam haji banyak amalan badan, dari melempar jumrah, thawaf, sa’i dan lain-lainnya yang menyebabkan kesulitan dan kelelahan badan. Ditambah lagi harus keluar uang dan harta yang tidak sedikit. Semua ini tentunya mengharuskan adanya kesabaran.
Demikian juga meninggalkan larangan dan menahan diri dari kemaksiatan butuh sekali kepada kesabaran. Sebab hawa nafsu mendorong kita berbuat maksiat dan melanggar larangan Allah. Sehingga seseorang harus tabah dan sabar menahan dirinya untuk tidak melakukan perbuatan tersebut. Namun Allah telah berjanji akan melimpahkan ‘keberuntungan’ bagi mereka yang bersabar dalam ketaatan. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Qs. Ali-Imran: 200).

Syeikh Ibnu Utsaimin menafsirkan ayat diatas dengan menyatakan, Allah (dalam ayat ini) memerintahkan kaum mukminin berbuat empat perkara:
• Bersabar dari kemaksiatan. Kemaksiatan tidak terjadi kecuali ketika hawa nafsu mendorongnya.
• Mushabarah. Ketaatan berisi dua perkara: Beban perbuatan pada seseorang dun ia harus memaksakan diri, dan berat bagi jiwa, karena beratnya melaksanakan ketaatan sama dengan beratnya meninggalkan maksiat bagi jiwa dan hawa nafsu.
• Al-Murabathah yang berarti kebaikan yang banyak dan berkesinambungan.
• Takwa yang mencakup ketiga hal diatas.
Oleh karena itu siapa yang ingin sukses dalam mewujudkan sabar dalam ketaatan dan sabar meninggalkan kemaksiatan harus mampu wujudkan keempat perkara diatas. Kesabaran harus tetap dilatih sekuat mungkin hingga dapat mewujudkan ketakwaan dalam diri kita masing-masing agar kita mendapatkan keberuntungan sebagaimana dijanjikan Allah. (Dikutup dari Kholid Syamhudi/Abu Rafif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*