10 langkah Menjadi Pemenang Ramadhan

10 langkah Menjadi Pemenang Ramadhan

Bulan Ramadhan yang pernuh berkah telah menghampiri kita. Bagi orang-orang beriman terbuka kesempatan untuk meraih kemenangan dengan meraih derajat tertinggi sebagai manusia bertakwa. Tentu dibutuhkan ikhtiar dan perjuangan untuk bisa memetik kemenangan itu. Berikut ini 10 langkah yang bisa dilakukan untuk meriah kemenangan di bulan Ramadhan:
1. Mengakhirkan sahur (Ta’khirus sahur ). Sahur bukan hanya makan malam atau sarapan di waktu dini hari, sahur adalah terjaga di sepertiga akhir malam untuk melakukan ibadah. Rasul bersabda, “Makanlah sahur karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” [HR Al Bukhari dan Muslim] 2. Menyegerakan berbuka. Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (Muttafaqun ‘alaih).. Tentunya menyegerakan berbuka bukan berarti tergesa-gesa langsung menyantap makanan ketika suara adzan baru berkumandang, tetapi disertai adab dalam menyantap makanan dan berbuka puasa, lalu utamakan makan dengan berjamaah.
3. Qiyamullail. Qiyamullail adalah rangkaian ibadah malam hari, diantaranya dengan shalat sunnah demi mengharap ridho Allah. Dan khusus tentang sholat lail di malam Ramadhan, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam telah menjelaskan keutamaannya dalam sabdanya : “Siapa yang Qiyam Ramadhan (berdiri sholat di malam Ramadhan) dengan keimanan dan mengharap pahala maka telah diampuni apa yang telah lalu dari dosanya” (Hr. Al-Bukhary dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.)Seluruh hadits tentang shalat malam Rasulullah saw lebih menjelaskan bahwa shalat malam beliau itu berlama-lama saat qiyam, ruku, dan sujud sangat khusyuk.
4. Tilawatul Quran. Ramadan bulan Quran. Rasulullah saw bersama Jibril as selalu mengkhatam Alquran berkali-kali setiap Ramadan. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma-, beliau menceritakan, “Adalah Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- merupakan sosok yang paling dermawan. Terlebih lagi di bulan Ramadhan ketika Jibril menjumpainya untuk mengajarinya Al-Quran. Jibril menemui beliau di setiap malam Ramadhan untuk mengajarinya Al-Quran. Maka ketika Jibril menjumpainya, beliau adalah orang yang paling dermawan, lebih dari angin yang bertiup.” Jadikan hari-hari dan malam-malam Ramadhan sebagai hari dan malam yang disenandungkan Al Quran dengan ikhlas dan benar, dan lebih sempurna bila kita memahami isi, dan makna terkandung di dalamnya.
5. Dzikir dan doa. Dzikir adalah simbol dekatnya hamba kepada sang Kholiq. Doa simbol “connecting” antara keduanya. Kedekatan yang terjalin akan mewujud melalui sikap hamba yang selalu berharap dan takut kepada Allah dan sifat Allah yang rahman terhadap hamba-Nya, itulah hakekat dzikir.
6. Optimalisasi zakat, infaq, shadaqah dan waqaf. Sebagaimana hadist yang sudah ditulis di atas,Rasulullah adalah orang paling dermawan terutama di bulan Ramadhan. Semuanya merupakan simbol dan wujud nyata nilai-nilai berbagi dengan sesama. Sejatinya Ramadan adalah bulan peduli dan berbagi.
7. Perbanyak amal saleh dan ibadah sunnah lainnya, termasuk thalabul ilmi.
8. Meninggalkan hal-hal mubah yang tidak bermanfaat. Ramadan saatnya kita serius, giat dan sungguh-sungguh menunaikan ibadah. Tinggalkan kegiatan apapun yang tidak bermanfaat.
9. Iktikaf. Hadir di masjid dengan niat taqarrub dan ibadah kepada Allah.
Sunnah iktikaf pada Ramadan adalah di setiap harinya, tapi yang paling afdhol adalah di 10 hari terakhir, siang dan malam.
10. Mencari malam ‘Lailatul Qodar’. Bila kita pada malam ini terjaga dan beribadah, maka pahalanya setara dengan ibadah pada siang malam selama 1000 bulan. “Sesungguhnya Kami menurunkan Al Qur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, Pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Rabb mereka (untuk membawa) segala urusan, Selamatlah malam itu hingga terbit fajar.” (Al Qadar : 1-5) (disadur dari tulisan Hilman Rosyad/Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*