Mengapa Al Quran Berbahasa Arab, Bukan Bahasa Lain ?

Mengapa Al Quran Berbahasa Arab, Bukan Bahasa Lain ?

Mengapa Al Quran berbahasa Arab? Mengapa Allah memilih bahasa Arab, bukan bahasa lain? Barangkali itu adalah hak Allah, sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya Kami menurunkan Al Quran berbahasa Arab agar kamu mengerti.“ (Qs. Yusuf: 2), atau pada ayat lain, “Dan demikianlah Kami telah menurunkan Al Qur’an sebagai peraturan yang benar dalam bahasa Arab.“ (Qs. Ar Ra‘d: 37). Dengan demikian, Allah sengaja memilih bahasa Arab sebagai bahasa yang dipergunakan dalam menyampaikan firman-firmannya melalui Rasulullah.

Namun secara spesifik Allah juga menjelaskan bahwa penggunaan bahasa Arab berkaitan dengan jalan dakwah awal Rasulullah di kalangan bangsa Arab. Allah berfirman, ”Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka,” (Qs. Ibrahim: 4). Hal itu ditegaskan kembali dalam surat Fushilat, ayat ke 44, ”Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab?”

Meskipun demikian, pilihan Allah mengapa Al-Quran itu dalam bahasa Arab bisa dijelaskan secara ilmiah. Pertama, sampai hari ini, bahasa yang berasal dari rumpun Semit yang masih bertahan sempurna adalah bahasa Arab. Bahkan Bible (Old Testament) yang diklaim bahasa aslinya bahasa Ibrani (Hebrew) telah musnah, sehingga tidak ada naskah asli dari Perjanjian Lama. Meskipun begitu, menurut Isrâ’il Wilfinson, dalam bukunya Târîk al-Lughât al- Sâmiyyah (History of Semitic Language), seperti yang dikutip Prof. Al-A‘zamî, ternyata bahasa asli Perjanjian Lama itu tidak disebut Ibrani.

Kedua, bahasa Arab dikenal memiliki banyak kelebihan. Sejak zaman dahulu hingga sekarang bahasa Arab itu merupakan bahasa yang hidup. Bahasa Arab adalah bahasa yang lengkap dan luas untuk menjelaskan tentang ketuhanan dan keakhiratan. Bentuk-bentuk kata dalam bahasa Arab mempunyai tasrif (konjungsi), yang amat luas hingga dapat mencapai 3000 bentuk perubahan, yang demikian itu tidak terdapat dalam bahasa lain.

Salah satu keistimewaan bahasa Arab lainnya adalah kekayaan dalam jumlah perbendaharaan kata. Sebagai contoh, salah satu peneliti bahasa Arab mengemukakan bahwa orang Arab memiliki 80 sinonim untuk kata yang bermakna unta, dan memiliki200 sinonim untuk kata yang bermakna anjing. Selain itu, salah satu karakteristik bahasa Arab adalah mudah untuk dihafalkan, bahkan penduduk gurun pasir yang tidak bisa baca tulis pun mampu menghafalnya.

Ketiga, Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Rasulullah Saw dalam bahasa Arab yang nyata (bilisanin ‘Arabiyyin mubinin), agar menjadi mukjizat yang kekal dan menjadi hidayah (sumber petunjuk) bagi seluruh manusia di setiap waktu (zaman) dan tempat. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan “syirik” pada cahaya “tauhid”, dari kegelapan “kebodohan” kepada cahaya “pengetahuan” dan dari kegelapan “kesesatan” kepada cahaya “hidayah”. Karena Islam itu satu risalah (misi) yang “universal” dan “kekal”, maka mukjizatnya harus retoris (bayaniyyah), linguistik (lisaniyyah) yang kekal. Dan Allah telah berjanji untuk memelihara Al-Qur’an, “Sesungguhnya Kami yang menurunkan al-Dzikra (Al-Qur’an) dan Kami pula yang memeliharanya.” (Qs. Hijr: 9).

Tentu ada analisa lain yang mencoba menjelaskan, mengapa Al Quran diturunkan dalam bahasa Arab. Namun yang pasti, Al Quran akan selalu menjadi panduan dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, kita harus selalu membaca, mempelajari dan mengamalkannya. (Nursheha Dzulhadi/sumber lain/Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*