Teladan Kemesraan Rasulullah pada Istrinya

Teladan Kemesraan Rasulullah pada Istrinya

Berbahagialah pasangan suami istri yang bisa menikmati mahligai pernikahan dengan bahagia dan penuh kehangatan. Sungguh nikmat bila mereka bisa menjadikan rumahtangga bagaikan surga. Bagi yang baru menikah, kebahagiaan dalam rumahtangga akan menjadi bekal untuk menata kehidupan mulia di kemudian hari. Sementara mereka yang sudah berpuluh tahun berumahtangga, kebahagiaan itu akan menjadi ‘tabungan’ pahala untuk menuju surga bersama-sama.

Dalam hal ini, teladan terbaik untuk menciptakan kebahagian dan kemesraan pasangan suami istri adalah Rasulullah Saw. Kita sebagai muslim patut bersyukur karena Rasulullah Saw sebagai uswah terbaik telah memberikan tuntunan yang lengkap termasuk dalam hal menjaga kemesraan hubungan suami istri. Berikut ini beberapa teladan yang dituntunkan Rasulullah Saw dalam menjaga kemesraan antara suami dan istri:

a. Bergandeng tangan
Bergandeng tangan (saling memegang tangan) nampaknya merupakan hal sepele yang kadang dilupakan oleh pasangan suami istri. Padahal bila ini dilakukan dengan lemah lembut dan perasaan kasih sayang yang mendalam, merupakan satu hal yang dapat menjadikan suasana semakin mesra bagi pasangan tersebut
Yang lebih penting lagi, bila dilakukan dengan niat untuk mencari keridhoan Allah, ketika seorang suami memegang tangan istrinya dengan penuh kasih sayang, dosa-dosa mereka akan keluar melalui celah-celah jari tangan mereka, seperti yang diriwayatkan dalam hadits dari Abu Sa’id. Ada perkataan bijak yang perlu dipertimbangkan setiap pasutri : “Sungguh bila seorang suami memandang istrinya (dengan rasa kasih sayang) dan istrinya juga memandang suaminya (dengan rasa kasih sayang), maka Alloh akan memandang keduanya dengan pandangan kasih sayang. Dan bila suami memegang tapak tangan istrinya, maka dosa-dosa mereka keluar dari celah-celah jari mereka.”

b. Membelai
Hal yang kedua yang dicontohkan Rasulullah SAW, yang menambah kemesraan hubungan suami istri adalah membelai. Dengan belaian yang lembut penuh kasih sayang dari suaminya, seorang istri akan merasakan ketenangan batin, sehingga hal ini dapat menjadikan dia semakin sayang kepada suaminya. Hal ini dilakukan Rasulullah SAW kepada para istrinya, sekalipun beliau belum akan mencampurinya. Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadits dari sahabat : “Rasulullah SAW biasa setiap hari tidak melupakan untuk mengunjungi kami (para istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampirinya dan membelainya, sekalipun tidak mencampurinya, sehingga sampai ke tempat istri yang tiba gilirannya, lalu bermalam disitu. ” (HR. Abu Dawud).

c. Mencium
Ada cara lain untuk menciptakan suasana kemesraan suami istri yang juga dicontohkan Rasulullah SAW, diantaranya adalah beliau mencium istrinya sekalipun ia sedang berpuasa. Berciuman merupakan cara sederhana dan mudah dilakukan untuk tetap menjaga kemesraan suami istri. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya, Dari Umar bin Abu Salamah, sungguh ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW : “Apakah seorang yang berpuasa boleh mencium?” Beliau menjawab : “Tanyakan kepada orang ini (maksudnya Ummu Salamah).” Lalu (Ummu Salamah) memberitahukan bahwa Rasululloh sering berbuat begitu ” (HR. Muslim).Dalam beberapa riwayat lain juga dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah mencium istrinya setelah beliau berwudhu sebelum menjalankan sholat.

d. Tidur Seranjang
Mengingat pentingnya tidur seranjang ini, maka Rasulullah SAW mencontohkan bahwa, beliau tetap tidur seranjang dengan istrinya sekalipun istrinya sedang haidh, seperti diceritakan pada sebuah hadits : Dari Aisyah ra, ujarnya : “Rasululloh SAW dahulu biasa menyuruh kami berkain, lalu beliau sentuhkan dirinya padaku, padahal saya sedang haidh.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya seorang istri yang tidak bersedia tidur seranjang akan mendapat laknat malaikat, sebagaiman sabda Rasululloh SAW pada hadits berikut : Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : “Rasululloh SAW pernah bersabda : “Jika seorang istri semalaman tidur memisahkan diri dengan suaminya, maka malaikat melaknatnya hingga shubuh.” (HR. Bukhari).
e. Mandi Bersama
Dari Aisyah ra, ia berkata : “Aku biasa mandi bersama Rasulullah SAW dalam satu tempat mandi. Antara tanganku dan tangan beliau saling bergantian mengambil air, tetapi beliau mendahului aku, sehingga aku berkata : ‘Sisakan untukku sisakan untukku’. Ketika itu kami sedang junub.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Di samping sebagai sarana menambah kemesraan hubungan suami istri, seorang istri yang memandikan suaminya dengan niat mencari ridho Allah akan mendapatkan rahmat. Hal ini dijelaskan pada hadits berikut : Dari Aisyah ra, ia berkata : “Rasulullah SAW pernah bersabda : ‘Semoga Alloh merahmati suami yang dimandikan istrinya dan ditutup (kekurangan) akhlaqnya.” (HR. Baihaqi).

Kemesraan pasangan suami istri menjadi salah satu kunci menciptakan kebahagiaan dalam rumahtanggga. Alangkah indahnya bila kita bisa meneladani kemesraan Rasulullah. Bukan hanya kebahagiaan yang diperoleh tetapi pahala dan keberkahan juga akan didapat. (Abu Fath/Nikah/Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*