Bersyukurlah karena Kita Membutuhkannya

Bersyukurlah karena Kita Membutuhkannya

Banyak ayat Al Qur’an dan hadist Rasulullah yang memerintahkan umat beriman untuk selalu bersyukur atas segala nikmat dan karunia Allah. Di antaranya firman Allah, “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku,” (QS. Al-Baqarah: 152). Bahkan Rasulullah menjadikan kemampuan bersyukur sebagai salah satu tanda orang mukmin, sebagaimana sabdanya, “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hr. Muslim)

Sayangnya, banyak orang beriman yang lupa dan berat untuk bersyukur meskipun Allah telah melimpahkan nikmat yang tidak terhingga. Banyak orang yang mengabaikan bersyukur kepada yang telah memberi nikmat, apalagi bila nikmat itu berupa sesuatu yang menyenangkan dan membahagiakan. Allah berfirman, “Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.” (Qs. Al Mu’minun: 78). Di ayat lain Allah berfirman, “Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai karunia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).” (Qs. An Naml: 73).

Padahal sesungguhnya bila kita bersyukur maka Allah akan semakin memperbanyak nikmat yang diberikan kepada kita, sebaliknya bila kita mengingkari nikmat itu maka Allah akan memberi azab. “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Qs. Ibrahim: 7). Bayangkan, Allah yang Maha Pemurah akan menambah nikmat-Nya bila kita pandai dan selalu mau bersyukur, mengapa kita mengabaikan bersyukur?

Dan harus diingat, Allah tidak membutuhkan pernyataan syukur kita, karena yang membutuhkan sebenarnya kita. “Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”(Qs. Luqman:12) Hal ini berarti, kita yang sesungguhnya harus selalu bersyukur dan tidak pernah meninggalkan ucapan dan ungkapan rasa syukur karena semua akan kembali kepada kita.

Oleh karena itu, sungguh mengherankan ketika menyaksikan banyak orang justru lupa ketika telah diberi nikmat. Ketika Allah memberi rezeki, mereka menghabiskannya untuk urusan dunia, lupa bahwa ada zakat dan infaq yang harus disisihkan. Ketika Allah memberi nikmat jabatan, mereka justru menggunakan untuk kejahatan dengan korupsi, menerima suap, dan berbagai penyimpangan lain. Ketika Allah memberi sehat, mereka mengabaikan dengan makan dan minum yang justru membuat sakit, dan melupakan bahwa kesehatan juga ada batasnya. Ketika Allah memberi umur dan waktu, masih banyak yang mengabaikan dan menyia-nyiakannya. Dan masih banyak lagi pengingkaran pada kewajiban untuk bersyukur.

Belum terlambat bagi kita untuk memperbanyak rasa syukur dengan ungkapan hati, ucapan, dan tindakan yang mencerminkan rasa syukur kita atas segala karunia dan nikmat Allah. Karena semua rasa syukur itu akan kembali kepada kita nantinya. (Anton/Zainul Muslimin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*