5 Penghalang Terbukanya Pintu Rezeki

5 Penghalang Terbukanya Pintu Rezeki

Allah menciptakan manusia dengan dibekali rezeki yang akan mencukupi kehidupannya, sebagaimana firmannya, “Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali).” (Qs. Ar-Ruum: 40). Allah juga berfirman, Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di atas bumi ini melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya.” (Qs. Hud: 6). Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa banyak orang sering merasakan rezekinya susah, seret bahkan seolah pintu rezekinya tertutup rapat.
Yang pasti, rezeki yang diberikan kepada manusia menjadi hak sepenuhnya Allah. Manusia hanya bisa berikhtiar, berusaha dan berdoa, Allah yang menentukan jumlah dan takaran rezeki yang akan diterima. Namun demikian ada beberapa penyebab yang menjadi penghalang terbukanya pintu rezeki, di antaranya:

Pertama. Hilangnya Ketawakalan. Rezeki yang kita dapatkan menjadi hak Allah untuk memberikan. Oleh karena itu, kita hanya bergantung kepada Allah untuk mendapatkan rezeki. Hilangnya ketawakalan dan justru berpaling dengan menggantungkan diri kepada selain Allah menjadi penghalang terbukanya pintu rezeki. “Barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.” (QS. Ath-Thalaq: 3).

Kedua. Perbuatan dosa dan maksiat. Dosa adalah penghalang datangnya rezeki. Rasulullah telah bersabda, “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad). Oleh karena itu, hindari berbuat dosa dan maksiat agar tidak menjadi penghalang terbukanya pintu rezeki kita.

Ketiga. Bermaksiat ketika mencari rezeki. Banyak orang melupakan tuntutan sya’i ketika mencari rezeki. Mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan rezeki. Korupsi, menipu, mengurangi timbangan, memberi suap dan berbagai maksiat lain dalam mencari rezeki mereka lakukan. Mereka meungkin mendapat rezeki tetapi sesungguhnya itu bukan haknya, dan pasti berbuah dosa. Sebuah hadist bisa menjadi pengingat, “Wahai sekalian manusia, takutlah kepada Allah dan lakukanlah keanggunan dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya jiwa manusia tidak akan mati sehingga disempurnakan rezekinya, walaupun ia lamban dalam bergerak mencarinya. Takutlah kepada Allah dan lakukanlah keanggunan dalam mencari rezeki. Ambillah rezeki yang halal dan tinggalkanlah rezeki yang haram.” (H.R. Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Keempat. Pekerjaan yang melalaikan Allah. Banyak orang sibut bekerja dan melakukan aktivitas bisnis untuk mencari rezeki hingga melalaikan berbagai kewajiabannya kepada Allah. Mereka disibukkan pekerjaan sehingga melupakan shalat, membaca Alquran, lupa mendidik keluarga, lupa menuntut ilmu agama, lupa menjalankan apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Akibatnya, pekerjaan kita tidak berkah, dan itu berarti pintu rezeki akan tertutup. Allah telah berfirman, “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi” (QS. Al Munafikun: 9)

Kelima. Malas bersedekah. Allah telah berjanji akan melipatgandakan pahala mereka yang bersedekah di jalan Allah. Tidak hanya itu, dan Allah akan melapangkan karunia bagi mereka yang bersedekah.“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2: 261). Oleh karena itu, jangan pernah malas dan enggan bersedekah agar pintu rezeki tidak terhalang. (dari beberapa sumber/Anton/Zainul Muslimin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*