Hidup Tanpa Stres dengan Tahajud

Hidup Tanpa Stres dengan Tahajud

Stres bisa menyerang siapa pun tidak pandang bulu. Stres datang akibat adanya situasi eksternal atau internal yang menimbulkan tekanan dan gangguan pada keseimbangan hidup seseorang. Stres biasanya menampilkan diri melalui berbagai gejala, seperti meningkatnya kegelisahan, ketegangan, dan kecemasan. Stres juga dapat tampak dalam perubahan perilaku, misalnya: gelisah, menjadi tidak sabar, lebih cepat marah, atau menarik diri dari lingkungan sosial. Oleh karena itu, jika tidak ingin dirongrong stres terus menerus, perlu melakukan usaha-usaha untuk menguasai, mengurangi, menoleransi, dan meminimalkan tekanan-tekanan tersebut.

Lima belas abad silam, Allah ‘azza wa jalla telah memberi pencerahan. Dia yang Maha Pengasih menganjurkan manusia untuk bersabar dan melakukan shalat ketika menghadapi berbagai tekanan hidup. Allah telah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153).

Kesabaran dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menghayati realitas yang terjadi, menyadari bahwa realitas itu diciptakan oleh Allah, dan kesediaan untuk menerima kenyataan yang tidak menyenangkan secara fisik maupun psikis. Istilah ini juga dikenal sebagai lapang dada (al-basith). Dan Allah telah memberi potensi kemampuan pada setiap manusia untuk bisa berlapang dada dan bersabar. Allah telah berfirman, “Bukankah kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu namamu (derajatmu)? Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Qs. Al-Insyirah: 1-5)

Sementara shalat merupakan media untuk mendekatkan diri kepada Allah, sekaligus wujud penyerahan dan kepasrahan diri hanya kepada Allah. Selain melalui shalat wajib, salah satu solusi untuk menghadapi stres adalah dengan melakukan shalat tahajud. Dalam Al Quran dan hadist banyak dijelaskan keistimewaan shalat malam ini, di antaranya, “Pada malam hari, hendaklah engkau shalat tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.” (QS : Al-Isro’: 79). Rasulullah pernah ditanya orang, “Shalat manakah yang paling utama setelah shalat yang diwajibkan (shalat lima waktu). Rasulullah menjawab: Shalat tahajud”. (Hr. Muslim dari Abu Hurairah).

Penelitian yang dilakukan Prof Dr Mohammad Soleh membuktikan shalat tahajud ternyata bisa menyehatkan. Dalam bukunya Terapi Shalat Tahajud dijelaskan bahwa tahajud bisa mencegah stres dan meningkatkan daya tahan tubuh manusia. Tentu bila itu semua dikerjakan secara teratur dan ikhlas. Penelitiannya terhadap 41 responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya menunjukkan bahwa pada pengamal shalat tahajud, kadar hormone kortisol relatif stabil dan relatif lebih rendah. Ketika diuji kadar sistem imunnya, diperoleh hasil yang bermakna pada uji statistik dalam kelompok tersebut.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sholat tahajud berpengaruh terhadap peningkatan respon ketahanan tubuh imunologik. Shalat tahajud yang dilaksanakan secara kontinyu (terus menerus/ berkesinambungan), khusyuk dan ikhlas mampu menumbuhkan persepsi dan motivasi positif dan memperbaiki mekanisme tubuh dalam mengatasi perubahan yang dihadapi atau beban yang diterima. Dengan shalat yang lama, maka sel makrofag mencapai titik maksimal dan akan memakan sel abnormal lebih banyak. Prof.Sholeh juga menyebutkan bahwa dengan shalat tahajud selama 2 bulan, akan menurunkan kadar kortisol, meningkatkan jumlah makrofag, basofil, ionofil dll, menurunkan jumlah sel abnormal dan akhirnya penyakit dapat sembuh.

Penelitian lain telah dilakukan studi terhadap 62 orang, orang yang mendapatkan terapi kejiwaan shalat tahajud lebih cepat proses penyembuhannya daripada yang menggunakan obat anti cemas (Hawari, 2004). Proses penyembuhan lebih cepat dilakukan dengan shalat tahajud mampu menyembuhkan kecemasan dan menimbulkan perasaan tenang. Hal ini sesuai sabda Rasulullah, “Shalat tahajud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan dan menghindarkan dari penyakit. (Hr. Tirmidzi). (Zainul Muslimin/Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*