Meraih Pahala, Menghindari Dosa Melalui Handphone

Meraih Pahala, Menghindari Dosa Melalui Handphone

Handphone (HP) merupakan anugerah yang besar manfaatnya bagi kehidupan manusia. Dengan HP kita bisa berkomunikasi dan menjalin silaturahim dengan saudara dan teman, serta menyelesaikan banyak urusan dengan lebih cepat dan mudah. HP juga menjadi media memperoleh informasi, belajar berbagai ilmu, serta menjadi media ibadah meraih pahala melalui berbagai fitur dan konten yang ada di dalamnya. Namun sebaliknya, HP bisa menjadi sumber dosa dan kehinaan bila salah dalam menggunakan, sehingga anugerah itu justru berubah menjadi bencana. Berikut ini adab mempergunakan HP, yang disadur dari tulisan Syaikh Dr. Bakar Abu Zaid dalam kitab berjudul “Adabul Hatif”.

Pertama. Hindari kebiasaan berlebihan dalam berbicara dan menggunakan HP. Banyak orang yang sudah kecanduan menggunakan HP sehingga tidak bisa lepas dari perangkat ini. Gunakan HP untuk kegiatan yang perlu dan bermanfaat. Tinggalkan kebiasaan membuang waktu percuma dengan ‘bermain’ HP untuk berbagai hal yang tidak perlu. Ingat, masih banyak kegiatan yang lebih bernilai dan mulia daripada sekedar ‘bermain’ HP.
Kedua. Percakapan melalui media telepon hendaknya dilakukan sesingkat mungkin untuk menghindari pemborosan uang/pulsa, dan agar tidak mengganggu lawan bicara. Hendaknya menahan diri untuk tidak terlalu sering menelepon tanpa keperluan yang benar-benar penting. Jangan buang waktu sia-sia dengan menggunakan HP untuk hal-hal yang tidak perlu.

Ketiga. Menjaga perasaan penerima telepon. Mungkin dia sedang sakit atau sedang di tempat yang tidak layak untuk ngobrol, misalnya di masjid atau saat pemakaman. Bila ternyata panggilan tidak dijawab atau dijawab dengan sangat singkat maka hendaknya si penelepon memaafkan dan memaklumi keadaannya. Serta tidak berburuk sangka kepadanya. Dan bagi si penerima telepon hendaknya memberi tahu keadaannya, atau menjawab dengan singkat pada saat ada kesempatan, yang bisa dipahami oleh penelepon bahwa dia sedang berada di tempat yang belum bisa bicara panjang lebar.

Keempat. Mematikan HP atau mengaktifkan tanpa nada (mode silent, shamit, diam) saat memasuki masjid. Tujuannya agar tidak mengganggu orang yang shalat dan mengurangi kekhusyu’an mereka. Jika terlupa mematikan ponsel atau memasang mode silent, lalu tiba-tiba ada yang menelepon, segeralah matikan atau hilangkan suaranya seketika itu juga.

Kelima. Sebaiknya menghindari penggunaan nada dering lagu dan musik karena bisa sangat mengganggu terutama ketika di dalam masjid atau majelis-majelis umum.

Keenam. Tidak menggunakan HP pada saat berada di majelis ilmu atau pada forum-forum besar secara umum. Karena hal itu bisa mengurangi wibawa majelis dan mengganggu orang yang sedang menuntut ilmu.

Ketujuh. Jangan merekam pembicaraan atau mengaktifkan suara luar (speaker) di tengah orang banyak tanpa sepengetahuan lawan bicara.

Kedelapan. Menjaga sopan santun dalam menulis pesan singkat. Kemampuan kirim-terima pesan singkat (SMS), WhatApp (WA), Facebook (FB) dan lainnya memang merupakan fitur yang digemari. Hendaknya ketika menulis dengan bahasa yang indah, santun, mengandung pelajaran, berisi pesan-pesan yang mengandung hikmah, dzikir dan nasehat.

Kesembilan. Meneliti kebenaran suatu informasi, berita atau pesan. Konfirmasikan dulu kebenaran informasi sebelum membagikan. Jika berisi suatu berita, pastikan dulu bahwa berita tersebut benar. Jangan biasakan membagi infomasi, berita atau pesan yang belum jelas kebenarannya (asal copy paste). Perlu diingat, informasi itu bisa menyebar luas dalam waktu singkat melalui HP. Bila isi informasi itu salah atau menyesatkan maka penyebar informasi itu yang harus bertanggungjawab.

Kesepuluh. Hindari mengunggah atau membagikan pesan-pesan yang tidak baik. Misalnya mengandung kata-kata jorok, celaan, fitnah, provokasi, bercanda berlebihan, gambar dan video tidak senonoh, atau ucapan yang membingungkan atau tidak jelas. Ingat, semua konten dan isi itu akan menyebar dan dilihat/dibaca banyak orang.

Semoga kita semua bisa memanfaatkan anugerah HP ini dengan baik, sebagai media meraih kemuliaan, bukan justru menjerumuskan ke jalan kehinaan. (Disadur dari Adabul Hatif (adab menelepon) karangan Muhammad bin Ibrahim/Islamhouse.com/Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*