Nasehat untuk Pengusaha dan Pedagang

Nasehat untuk Pengusaha dan Pedagang

Di antara nikmat Allah yang dilimpahkan pada kita adalah, Dia menghalalkan dan membolehkan kita melakukan jual beli dan mengharamkan riba. “Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Qs. Al-Baqarah: 275) Oleh karena itu dalam sejarah Islam, profesi sebagai pedagang menjadi jalan hidup banyak sahabat, bahkan Rasulullah sendiri adalah seorang pedagang. Dan sudah seharusnya para pedagang muslim juga meneladani Rasulullah ketika berdagang, mencontoh Abu Bakar ash-Shiddiq, ‘Utsman bin ‘Affan, ‘Abdurrahman bin ‘Auf dan lain-lain ketika berbisnis. Di antara teladan yang mereka contohkan adalah:

Menjaga Khiyar. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Penjual dan pembeli memiliki Khiyar (hak memilih untuk meneruskan jual beli atau membatalkannya), selama keduanya belum berpisah, maka jika keduanya jujur niscaya diberkahilah jual beli mereka, dan jika keduanya berbohong dan menutupi (cacat barang) niscaya dihapuskan keberkahan jual beli keduanya.” (Hr. al-Bukhari, Muslim)
Membiarkan orang yang membeli barang untuk mengembalikannya. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa membebaskan jual-beli seorang muslim (membatalkan jual beli apabila partnernya ingin membatalkannya), Allah akan membebaskan kesalahannya.” (HR Abu Dawud 3460)

Bermurah hati dalam jual beli. Rasulullah bersabda, “Semoga Allah mengasihi seseorang yang mudah (bermurah hati) apabila menjual, mudah (murah hati) apabila membeli dan mudah (murah hati) apabila menagih hutang.” (Hr.Bukhari) Beliau juga bersabda, “Barangsiapa memberi tenggang waktu bagi orang yang berada dalam kesulitan untuk melunasi hutang atau bahkan membebaskan utangnya, maka Allah akan menaunginya dalam naungan-Nya.” (Hr. Muslim)

Menunaikan Zakat. Allah berfirman, ” …Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahanam, lalu diseterika dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”(Qs. At-Taubah: 34-35)

Jangan meninggalkan shalat. Allah berfirman, ا”Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, aka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”(Qs. Al-Jumu’ah: 9) Dan hukum ini tidak khusus hanya pada shalat jum’at saja, bahkan semua jual beli yang melalaikan dari shalat maka jual beli itu terlarang.

Jangan menipu. Dan orang yang menipu diancam melalui lisan Rasulullah yang mulia, “Barangsiapa yang menipu maka tidaklah ia termasuk golonganku.”(Hr. Muslim: 102)

Menghindari riba. Alah berfirman, “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”(QS. Al-Baqarah: 275) Dan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, “Rasulullah melaknat pemakan riba, pemberi riba, penulisnya dan dua saksinya.” Dan beliau berkata:”mereka semuanya sama.” (HR. Muslim: 1598)

Jangan menjual barang haram. Karena jual beli seperti ini haram, dan itu termasuk bentuk tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Allah berfirman:”Dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (Qs. Al-Maaidah: 2)

Jangan bersumpah palsu.
Rasulullah bersabda, “Hati-hatilah kalian dari banyak bersumpah, karena ia menjadikan barang dagangan menjadi laris manis, (akan tetapi) menghapuskan keberkahan.” (HR. Muslim)

Jangan mengurangi timbangan. “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam? .”(Qs. Al-Muthaffifin: 1-6) (Disarikan dari Risalah ilaa at-Tajir al-Muslim karya Fu’ad bin Abdul Aziz asy-Syalhub/Zainul Muslimin/Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*