Bertetangga Menuju Surga

Bertetangga Menuju Surga

“Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman!’ Nabi ditanya, ‘Siapa wahai Rasulullah?’ Nabi menjawab, ‘Yaitu orang yang tetangganya tidak merasa tenteram karena perbuatannya,” (HR. Bukhari-Muslim).

Tetangga bisa menjadi jalan menuju surga, namun juga bisa menjadi jalan yang menjerumuskan seseorang menuju neraka. Rasulullah bersabda, “Tidaklah masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari berbagai gangguannya.” (HR. Muslim) Oleh karena itu, sebagai seorang muslim kita harus memperhatikan berbagai adab dalam hidup bertetangga. Islam melalui Al Quran dan hadits telah menetapkan adab bertetangga (Al-Jiwaar). Syekh Abdul Azis bin Fathi as-Sayyid Nada dalam Kitab Mausuu’atul Aadaab Al-Islaamiyah menjelaskan, adab-adab yang perlu diperhatikan seorang Muslim dalam bertetangga, antara lain:

1. Memilih Tetangga Yang Shaleh.
Sebelum memutuskan untuk tinggal di suatu tempat, sebisa mungkin kita memilih tempat yang banyak terdapat orang shaleh di sekelilingnya. Terkait masalah ini, Rasulullah Saw bersabda, “Empat perkara yang dapat mendatangkan kebahagiaan: wanita yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang shaleh, dan kendaraan yang bagus.” (HR Ahmad)

2. Menyukai Kebaikan Tetangga.
Sebaik-baik sikap dalam bertetangga yang harus kita miliki adalah ketika kita mampu untuk menyukai atau turut bahagia atas kebaikan yang diperoleh tetangga kita. Rasulullah Saw bersabda, “Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak sempurna keimanan seseorang hingga ia menyukai tetangganya apa yang ia suka bagi dirinya.”(HR Muslim)

3.Tidak Mengganggu, Baik Dengan Ucapan Maupun Perbuatan.
Dalam hal ini, Rasulullah saw telah mengingatkan, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya.” (HR Bukhari)

4. Selalu Berbuat Baik Kepada Tetangga.
Rasulullah saw selalu berpesan agar umatnya berbuat baik kepada tetangganya. Dalam hal ini, Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik kawan di sisi Allah adalah yang paling baik budi pekertinya terhadap kawannya dan sebaik-baik tetangga adalah yang paling baik kepada tetangganya,” (HR. Tirmidzi)

5. Bersabar Terhadap Gangguan Tetangga.
Merupakan suatu keutamaan menjadikan sikap sabar dan lapang dada kepada tetangga yang menyakiti, agar bertetangga menjadi nilai ibadah di sisi Allah swt. Abu Dzar pernah menyampaikan pesan Rasulullah Saw, betapa Allah Swt mencintai kesabaran hamba-Nya, “Orang yang mempunyai tetangga jahat yang suka menyakitinya, lalu dia tetap bersabar atas perlakuan tetangganya itu, sehingga Allah Swt mencukupkan baginya kehidupan atau kematian.”

6. Memberi Makan Kepada Tetangga yang fakir.
Rasulullah saw selalu menekankan pentingnya berbuat baik kepada tetangga, termasuk kerelaan untuk memberi makan tetangga kita yang fakir. Rasulullah saw bersabda, “Bukanlah Mukmin orang yang kenyang, sementara tetangga di sampingnya kelaparan.” (HR.Ad-Daelami dari Anas)

Selain itu, ada hak tetangga yang harus kita tunaikan. Rasulullah Saw menjabarkannya melalui riwayat Abdul Laits dengan sanadnya dari Al-Hasan Al-Bashri bertanya, “Apakah hak tetangga?” Rasulullah saw menjawab, “Jika utang kau utangi, jika mengundang kau datangi, jika sakit kau ziarahi, jika minta tolong engkau tolong, jika tertimpa bala engkau hibur, jika mendapat keuntungan dan kesenangan engkau beri selamat, jika mati kau antar jenazahnya, jika pergi kau jagakan rumah dan anak-anaknya dan jangan kau mengganggunya dengan bau masakanmu kecuali jika memberikan hidayah dari masakan itu kepadanya.” Dalam riwayat yang lain ada tambahan, “Dan jangan meninggikan bangunan atas bangunannya kecuali dengan kerelaan hatinya.” (Meta Susanti/ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*