Bencana Karena Lesan
young adult man holding hand over his mouth over grey background

Bencana Karena Lesan

Lesan (lidah) merupakan nikmat Allah Swt yang sangat besar bagi manusia. Kebaikan yang diucapkan akan melahirkan manfaat, dan kejelekan yang dikatakan membuahkan keburukan bahkan bencana. Lidah menjadi bagian tubuh paling penting yang bisa dimanfaatkan oleh setan dalam menjerumuskan manusia. Dan lidah juga menjadi salah satu bagian tubuh yang akan menjadi saksi di hari kiamat kelak. “Pada hari ketika lidah, tangan dan kaki menjadi saksi atas mereka terhadap apa-apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Qs. An-Nur: 24).

Salah satu bahaya lidah yang bisa menjerumuskan ke jurang mencana adalah “Alkalaamu fimaa laa ya’nihi” (ungkapan yang tidak berguna). Nabi Saw. telah bersabda: “Barang siapa mampu menjaga apa yang terdapat antara dua janggut dan apa yang ada di antara dua kaki, maka aku jamin dia masuk surga. ( Muttafaq ‘alaih, dari Sahl bin Sa’ad). Kadang seseorang mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan dan tanpa dipertimbangkan sebelumnya, sehingga menimbulkan kerugian dan penyesalan. “Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan yang menyebabkan dia tergelincir ke dalam neraka yang jaraknya lebih jauh antara timur dan barat”. (Muttafaq ‘alaih, dari Abu Hurairah).

Oleh karena itu, kita hendaknya hanya mengucapkan sesuatu yang bermanfaat, karena ucapan yang mubah dapat mengarah kapada hal yang makruh atau haram. “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia berbicara yang baik atau diam”. (Muttafaq ‘alaih, dari Abu Hurairah). Bila seseorang telah mengerti bahwa ia akan dihisab dan dibalas atas segala yang ucapan lidahnya, maka dia akan tahu bahaya kata-kata yang diucapkan lidah, dan dia pun akan mempertimbangkan dengan matang sebelum lidahnya dipergunakan. Allah berfirman: “Tidak ada satu ucapan pun yang diucapkan, kecuali di dekatnya ada malaikat Raqib dan ‘Atid.” (Qs. Qoof: 18)
Bahaya lain yang melekat pada lidah adalah “Fudhulul Kalaam” (Berbicara yang berlebihan).

Lidah memiliki kesempatan yang sangat luas untuk taat kepada Allah dan berdzikir kepadanya, tetapi juga memungkinkan untuk digunakan dalam kemaksiatan dan berbicara berlebihan. Semestinya kita mampu mengendalikan lidah untuk berdzikir dan taat kepada Allah, sehingga bisa meninggikan derajat kita. Banyak berbicara tanpa dzikir kepada Allah akan mengeraskan hati, dan menjauhkan diri dari Allah ‘Azza wa Jalla.

Jalan menuju surga bisa cepat dengan lisan, namun menuju nerakapun bisa dengan cepat melalui lisan. Tentang bahaya lidah Musnad Imam Ahmad, dari Anas bin Mâlik, nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Tiada akan lurus keimanan seorang hamba, sehingga lurus pula hatinya, dan tiada akan lurus hatinya, sehingga lurus pula lidahnya. dan seorang hamba tidak akan memasuki syurga, selagi tetangganya belum aman dari kejahatannya.” (Trimudillah/ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*