Batasi Anak Menonton Televisi

Batasi Anak Menonton Televisi

Penelitian dari New York University School of Medicine-Bellevue Hospital Center mengatakan bayi yang menonton televisi 60 menit setiap hari, memiliki perkembangan tiga kali lebih rendah setelah 14 bulan dibanding yang tidak. Selain itu, seringnya anak menonton televisi dapat mengancam kesehatan mata. Tingkat kejernihan mata anak lebih besar dibanding orang dewasa, akibatnya sinar biru yang dipancarkan dari televisi dapat lebih mudah ditangkap retina mata anak. Pada jangka pendek, sinar biru yang mengalami oksidasi bisa mengganggu kerja retina. Dari segi kesehatan dan psikologis, terlalu lama menonton televisi membawa mudharat yang lebih besar. Ini harus menjadi perhatian bagi para orang tua untuk mencari cara bagaimana mengalihkan kegemaran anak menonton televisi.

Oleh karenanya, batasi waktu menonton TV maksimal satu jam, lebih baik lagi bila kurang dari waktu tersebut. Anak akan lupa dengan acara televisinya bila orang tua meluangkan waktu untuk berbincang dengan mereka, karena dahaga akan perhatian dari anak akan terobati. Selain itu, isi waktu luang mereka dengan belajar islam, membaca, atau kegiatan keterampilan lainnya. Bila mereka masih ingin menonton televisi, berikan mereka ‘jam boleh nonton televisi’. Sepakati apa acara yang boleh ditonton, dan akan lebih baik bila kita ikut mengawasi apa yang mereka tonton supaya bisa memberi nasihat apabila ada adegan-adegan yang tidak Islami. Terapkan peraturan dengan konsisten. Tips lainnya adalah letakkan televisi di tempat yang tidak strategis, jangan meletakkan televisi di kamar, karena ini akan membuat mereka nyaman dan betah untuk menonton.

Ini harus dimulai dari diri orang tua terlebih dahulu, karena bisa jadi orang tua juga masih gemar untuk lama berada di depan televisi. Bila kita mengingatkan anak sementara kita masih seperti itu, akan terkesan bahwa orang tua bisanya hanya melarang. Baiknya, tinggalkan acara-acara yang tidak ada manfaatnya, karena Allah tidak menyukai hal-hal yang tidak ada manfaatnya. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Diantara tanda kebaikan keislaman seseorang adalah jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.”(HR Tirmidzi). Dan Allah juga berfirman dalam QS Al-‘Ashr bahwa “Demi masa, sesungguhnya manusia itu pasti dalam keadaan merugi, kecuali mereka yang beriman dan beramal shaleh dan mereka saling bertaushiyah (saling menasehati) dengan kebenaran dan saling bertaushiyah dengan kesabaran”. Bila waktu yang kita miliki di dunia tidak kita gunakan untuk melakukan kebajikan, maka jelas kita akan menjadi orang yang merugi. Dan bila kita membiarkan anak-anak terbiasa untuk melakukan yang tidak ada manfaatnya, berarti kita membiarkan anggota keluarga kita untuk menjadi manusia yang merugi. Na’udzubillah min dzalik. (Dari berbagai sumber/Dina NF.).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*