Awas Jebakan Syirik

Awas Jebakan Syirik

Arus kehidupan yang semakin sarat dipenuhi berbagai kepentingan duniawi telah menjebak banyak orang pada perilaku syirik yang menyesatkan. Hanya untuk mengejar harta dan kedudukan mereka rela menggadaikan iman dengan mendatangi dukun, paranormal dan makam keramat. Banyak orang lebih percaya pada pertolongan manusia dan dukun penipu dari pada pertolongan Allah. Mereka tidak lagi bersandar kepada Allah yang Maha Perkasa dan Maha Memberi tetapi justru bergantung pada simbol-simbol sesat yang lebih dekat pada kekuasaan setan.

Mereka telah lupa bahwa syirik adalah dosa besar yang tidak terampuni. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya dan Dia akan mengampuni dosa lainnya yang berada di bawah tingkatannya bagi siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya.” (QS. An Nisaa’: 116) Rasulullah juga menegaskan hal tersebut sebagaimana hadist, Abdullah bin Mas’ud berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah , “Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?” Beliau shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau menjadikan sekutu bagi Alah, padahal Dialah yang telah menciptakanmu.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Lalu apa yang dimaksud dengan syirik? Syirik adalah menyamakan antara selain Allah dengan Allah ta’ala dalam perkara yang termasuk kategori kekhususan yang hanya dimiliki oleh Allah ta’ala saja. Kekhususan Allah itu meliputi tiga hal utama, Pertama; hak rububiyah, seperti mencipta, mengatur alam, menguasainya, mengabulkan do’a dan lain-lain. Kedua; hak uluhiyah, seperti berhak untuk diibadahi, menjadi tujuan doa, permintaan tolong, permintaan perlindungan, tujuan dalam melaksanakan persembahan atau sembelihan, menjadi tujuan harapan, rasa takut dan kecintaan yang disertai dengan ketundukkan. Ketiga, hak kesempurnaan nama-nama dan sifat-sifat, seperti menyandang nama Allah, Ar Rabb dan Ar Rahman, atau memiliki sifat mengetahui yang Gaib, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, yang tidak ada sesuatu pun yang menyamai-Nya. Jadi kesyirikan itu bisa terjadi dalam hal rububiyah, uluhiyah maupun nama dan sifat-Nya.

Allah dengan tegas telah memberi penjelasan tentang hukuman berat bagi para pelaku kesyirikan. Yang pasti haram bagi mereka menikmati indahnya surga dan mereka pasti masuk ke dalam neraka. “Sesungguhnya barang siapa yang mempersekutukan Allah maka sesungguhnya Allah telah mengharamkan surga baginya dan tempat kembalinya adalah neraka, dan tiada seorang penolongpun bagi orang-orang zhalim tersebut.”(QS. Al Maa’idah: 72) Bagi mereka yang taat beribadah pun tidak akan diterima seluruh amalannya ketika mereka melakukan dosa syirik. “Dan jika seandainya mereka menyekutukan Allah, maka sungguh akan hapuslah amal yang telah mereka kerjakan.” (Al- An’am: 88)

Oleh karena itu kita harus selalu waspada terhadap berbagai godaan untuk berbuat syirik. Lindungi diri dari berbagai jebakan kesyirikan yang sering samar dan tidak tampak. Rasulullah telah mengingatkan, “Wahai umat manusia, takutlah kalian terhadap kesyirikan, karena syirik itu lebih samar dari (jejak) langkah semut.” (HR. Ahmad) Mengokohkan iman dan meluruskan tauhid menjadi salah satu pilihan terbaik untuk melindungi diri dari kesyirikan.

Kita tentu juga harus selalu berdoa dan mohon perlindungan kepada Allah agar terhindar dari godaan setan yang selalu ingin menjerumuskan kita ke jurang kesyirikan. Tentu kita berharap kelak meninggalkan dunia fana ini dalam keadaan bersih dari dosa syirik agar bisa masuk ke dalam surga dan terbebas dari siksa neraka, sebagaimana sabda Rasulullah, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik (mempersekutukan Allah) dengan sesuatu apapun, maka ia akan masuk neraka”. (HR. Al-Bukhori) (Zainul Muslimin/Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*