Dimana Istana Jin dan Setan?

Dimana Istana Jin dan Setan?

Jin dan setan menjadi musuh utama manusia. Meskipun mereka tidak tampak secara fisik namun dalam hadist banyak dikemukakan tempat-tempat yang menjadi ’sarang’ dari jin dan setan. Tempat-tempat itu menjadi tempat berkumpulnya jin dan setan sehingga bisa dikatakan mirip seperti istana jin dan setan. Dimana saja tempat-tempat itu?

1. Kandang Unta. Dalam hadits Abdullah bin Mughaffal berkata, bersabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, “Shalatlah kalian di tempat peristirahatan (kandang) kambing dan janganlah kalian shalat di tempat peristirahatan (kandang) unta karena sesungguhnya unta itu diciptakan dari syaitan.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

2.Tempat buang air besar dan kecil. Dalam hadits Zaid bin Arqam radiyallohu ‘anhu, dan selainnya yang diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al Hakim dan selainnya bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda, “Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri (oleh para setan), maka jika salah seorang dari kalian hendak masuk kamar mandi (WC), ucapkanlah “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan.”

3. Lembah-lembah. Sesungguhnya jin dan setan ditemukan di lembah-lembah dan tidak ditemukan di pegunungan. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dalam “Majmu Fatawa” : “Lembah-lembah adalah tempatnya kaum jin karena sesungguhnya mereka lebih banyak ditemukan di lembah-lembah dari pada di dataran tinggi.”

4. Tempat sampah dan kotoran. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah dalam “Majmu Fatawa” (19/41) : “(Para Setan) ditemukan di tempat-tempat bernajis seperti kamar mandi dan WC, tempat sampah, kotoran serta pekuburan.”

5. Pekuburan. Telah datang dari hadits Abu Said Al Khudri radiyallohu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda, “Permukaan bumi itu semuanya masjid (bisa dijadikan tempat untuk shalat.red) kecuali pekuburan dan kamar mandi.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al Hakim serta yang lainnya).

6. Tempat yang telah rusak dan kosong. Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam “Al Adab Al Mufrad” dari Tsauban radiyallohu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, berkata kepadaku, “Janganlah kamu tinggal di tempat yang jauh dari pemukiman karena tinggal di tempat yang jauh dari pemukiman itu seperti tinggal di kuburan.” Hadits ini hasan.

7. Lautan. Dalam hadits Jabir radiyallohu ‘anhu berkata, Bersabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas lautan dalam riwayat lain di atar air dan kemudian dia pun mengutus pasukannya. (Hr. Muslim).

8. Celah-celah di bukit. Telah datang hadits Ibnu Sarjis radiyallohu ‘anhu dia berkata: bersabda Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, “Janganlah salah seorang diantara kalian kencing di lubang…” Mereka berkata kepada Qatadah: “Apa yang menyebabkan dibencinya kencing di lubang?”, dia berkata : “Disebutkan bahwa itu adalah tempat tinggalnya jin”. Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Daud, An Nasaai, Al Hakim dan Al Baihaqi.

9. Tempat-tempat kesyirikan, bid’ah dan kemaksiatan. Para setan ditemukan di setiap tempat yang di dalamnya manusia melakukan kesyirikan, bid’ah dan kemaksiatan. Tidaklah dilakukan kebid’ahan dan penyembahan kepada selain Allah Subhaanahu wat’ala, kecuali syaitan memiliki andil yang cukup besar di dalamnya dan terhadap para pelakunya.

10. Rumah-rumah yang di dalamnya dilakukan kemaksiatan. Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasalla, bersabda. “Sesungguhnya malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar.” (Hr. Al Bukhari dan Muslim) Di hadist yang lain Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai pekuburan karena sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan Surat Al Baqarah.” (Hr. Muslim, Ahmad, Tirmidzi)

11. Pasar-pasar. Telah datang dari Salman radiyallohu ‘anhu, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan lainnya berkata, “Janganlah engkau menjadi orang pertama yang masuk pasar jika engkau mampu dan jangan pula menjadi orang paling terakhir yang keluar dari pasar karena pasar itu adalah tempat peperangan para syaitan dan disanalah ditancapkan benderanya.”

12. Jin dan para setan berkeliaran di jalan-jalan dan lorong-lorong. Dalam hadits Riwayat Bukhari dan Muslim dari Jabir radiyallohu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabd, “Jika telah datang malam, maka cegahlah anak-anak kalian untuk keluar karena sesungguhnya jin itu berkeliaran dan melakukan penculikan. Matikan lentera di saat tidur karena sesungguhnya binatang fasik (tikus, pen) itu kadang menarik sumbu lampu sehingga membakar penghuni rumah tersebut”. (Disadur dari tulisan Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdillah Al-Imam/Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*