Berbahagialah Ketika Sakit

Berbahagialah Ketika Sakit

Sehat merupakan karunia Allah yang harus disyukuri karena dengan kondisi kesehatan yang baik kita bisa melakukan aktivitas apapun, terutama beribadah dengan baik. Namun jangan pernah mengeluh dan berduka ketika Allah menguji dengan musibah berupa sakit dan penyakit karena sakit bisa menjadi jalan memperoleh kebaikan. Berbahagialah ketika sedang diuji dengan musibah sakit dan penyakit karena itu berarti Allah berkehendak kebaikan atas dirinya. Rasulullah bersabda, “Barang siapa dikehendaki oleh Allah kebaikan baginya, maka dia (diuji) dengan suatu musibah,” (HR. Bukhari).

Berbahagialah ketika sedang sakit karena mereka yang sakit akan mendapat anugerah dari Allah, asalkan menerima cobaan dan musibah itu dengan iklas dan sabar. Allah telah berfirman, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’.” (QS. Al-Baqarah: 155-156). Dengan demikian bersabar merupakan kunci utama ketika menerima ujian sakit.

Kalau sakit dianggap sebagai cobaan maka kita harus menyikapi cobaan itu ridho dan iklas karena sesungguhnya cobaan itu menjadi wujud cinta Allah kepada kita. Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Kalau Allah mencintai seseorang, pasti Allah akan memberikan cobaan kepadanya. Barangsiapa yang ridha menerima cobaan-Nya, maka ia akan menerima keridhaan Allah. Dan barang siapa yang kecewa menerimanya, niscaya ia akan menerima kermurkaan Allah”. (HR. Tirmidzi).

Rasulullah juga banyak menyampaikan kabar gembira dan kebahagiaan bagi mereka yang diuji sakit, salah satunya sakit merupakan penghapus dosa. “Tidak ada yang yang menimpa seorang muslim kepenatan, sakit yang berkelanjutan, kebimbangan, kesedihan, penderitaan, kesusahan, sampai pun duri yang ia tertusuk karenanya, kecuali dengan itu Allah menghapus dosanya (Hr. Bukhari). Di hadist yang lain Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang muslim tertimpa derita dari penyakit atau perkara lain kecuali Allah hapuskan dengannya (dari sakit tersebut) kejelekan-kejelekannya (dosa-dosanya) sebagaimana pohon menggugurkan daunnya.” (Hr. Muslim). Bayangkan, betapa mulianya mereka yang iklas dan sabar ketika menerima ujian sakit. Dosa dan kesalahannya akan terhapus oleh kesabaran dan keiklasannya. Bukankah ini hal yang membahagiakan bagi siapu pun orang beriman?

Khusus bagi mereka yang diuji Allah dengan sakit mata bahkan hingga buta, Allah akan memberi ‘pengganti’ berupa kebahagiaan yang luar biasa berupa surga. Rasulullah bersabda, “Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan membutakan kedua matanya dan dia bersabar, maka Aku ganti kedua matanya itu dengan surga.” (HR. Ahmad). Oleh karena itu, bersabarlah ketika Allah memberi ujian dengan mencabut nikmat melihat melalui mata. Ujian ini menjadi jalan mulia yang didambakan semua orang beriman, yaitu jalan menuju surga. Maka berbahagialah, bersabarlah dan terus berikhtiarlah ketika Allah memberi ujian berupa sakit dan penyakit. (Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*