Wahai Para Ibu, Ikuti Nasehat Al-Khansa’ untuk Anaknya
A Muslim woman prays at the Baiturrahman grand mosque in Banda Aceh, Indonesia September 13, 2009. Muslims who commit adultery in Indonesia's Aceh province may be stoned to death under a controversial new sharia law passed by the local parliament on Monday. Aceh is the only province in predominantly Muslim Indonesia to use sharia for its legal code, introduced as part of an autonomy deal in 2002. Picture taken September 13, 2009. REUTERS/Tarmizy Harva (INDONESIA RELIGION IMAGES OF THE DAY CRIME LAW)

Wahai Para Ibu, Ikuti Nasehat Al-Khansa’ untuk Anaknya

Sosok Tamadhar binti Amru bin al-Haris bin asy-Syarid atau biasa dipanggil Al Khansa’ menjadi salah satu legenda wanita muslim. Dia seorang wanita penyair terkemuka dan amat baik keislamannya sehingga menjadi lambang yang cemerlang dalam keberanian, kebesaran jiwa, dan merupakan lambang kemuliaan bagi sosok wanita muslimah. Khansa’ juga memiliki kedudukan mulia dan prestasi jihad yang mengagumkan dalam sejarah perjuangan Islam. Khansa’ dengan gagah berani ikut dalam peperangan bersama kaum muslimin. Namun dia juga teladan mulia seorang ibu yang mendidik anak-anaknya dengan penuh cinta, dan membekali anak-anaknya dengan bekal iman dan taqwa yang sungguh luar biasa.

Pada suatu saat, ketika Mutsanna bin Haritsah asy-Syaibani berangkat ke Qadisiyah di masa Amirul Mukminin Umar bin Khaththab ra, Khansa’ berangkat bersama keempat putranya untuk menyertai pasukan menuju medan perang. Di medan perang, di saat malam ketika pasukan sedang siap berperang, Khansa’ mengumpulkan keempat putranya untuk memberi petuah dan bimbingan kepada mereka. Dengan penuh cinta dan kasih sayang, dia kobarkan semangat anak-anaknya untuk berlaga di medan perang. Dengan sentuhan bahasa iman, dia ingatkan pada anak-anaknya untuk tidak lari dari medaan perang dan hanya mengharapkan syahid di jalan Allah SWT.

Wasiat al-Khansa’ sungguh sangat menyentuh hati: “Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian telah masuk Islam dengan ketaatan, kalian telah berhijrah dengan sukarela, dan Demi Allah, tiada iIlah selain Dia. Sesungguhnya kalian adalah putra-putra dari seorang wanita yang tidak pernah berkhianat kepada ayah kalian, kalian juga tidak pernah memerlukan paman kalian, tidak pernah merusak kehormatan kalian dan tidak pula mengubah nasab kalian. Kalian mengetahui apa yang telah Allah janjikan bagi kaum muslimin berupa pahala yang agung bagi yang memerangi orang-orang kafir, dan ketahuilah bahwa negeri yang kekal lebih baik dari negeri yang fana (binasa). Allah Azza wa Jalla befirman, “Wahai orang-orang yang berfirman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Ali Imran: 20). Maka, ketika datang waktu esok, jika Allah menghendaki kalian masih selamat, persiapkanlah diri kalian untuk memerangi musuh dengan penuh semangat dan mohonlah kepada Allah untuk kemenangan kaum muslimin. Jika kalian melihat perang telah berkecamuk, ketika api telah berkobar, maka terjunlah kalian di medan laga dengan gagah berani. Bersabarlah kalian menghadapi panasnya perjuangan, niscaya kalian akan berjaya dengan ghanimah (rampasan perang) dan kemuliaan atau syahid di negeri yang kekal.”

Dengan berlinang air mata, keempat putra Khansa’ mendengarkan wejangan penuh makna itu. Demikian dalam pesan ibunda tercinta menghujam dalam dada mereka, mengobarkan semangat untuk berjihad. Setiap kata seolah berubah menjadi pedang yang memenuhi hati dan nurani mereka, siap menjadi senjata melawan musuh di medan perang. Mereka keluar dari kamar ibunda tercinta dengan tekad membara untuk menunaikan amanah jihad. Kemuliaan syahid mengiringi kepergian mereka ke medan perang keesokan harinya. Dalam pertempuran yang sangat sengit keempat anak Khansa’ syahid. Peristiwa ini yang membuat Khansa’ disebut sebagai ibu para syuhada. Dengan tanpa sedikitpun meratap, Khansa’ menerima keempat anaknya yang syahid, dengan satu kalimat, “Segala puji bagi Allah yang memuliakan diriku dengan syahidnya mereka, dan aku berharap kepada Rabb-ku agar Dia mengumpulkan diriku dengan mereka dalam rahmat-Nya”.

Wahai para ibu, simak nasehat Al Khansa’ dan berikan nasehat serupa pada anak-anak kita. Mereka sekarang sedang berjihad melawan berbagai tantangan kehidupan, yang mungkin tidak berbeda dengan medan jihad anak-anak Al Khansa’. Tuntun mereka, lindungi mereka, dan arahkan mereka dengan nasehat seperti nasehat Al Khansa’. (Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*