Kiat Sukses Shalat  Khusyu’
Muslim man prays in mosque

Kiat Sukses Shalat Khusyu’

Shalat merupakan penghubung antara hamba dengan Rabbnya, karena ketika shalat seorang hamba sedang berdiri di hadapan Allah Azza wa Jalla untuk berdzikir, berdoa dan memohon kepada-Nya. Sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta’ala telah memuji orang yang khusyu’ dalam shalatnya, sebagaimana banyak disebutkan dalam Al-Qur’an, di antaranya adalah: Firman Allah Subhannahu wa Ta’ala, yang artinya: “Sesungguhnya telah beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu’ di dalam shalatnya.” (QS: Al-Mu’minun:1-2). Juga dalam Al Baqarah : 45, “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, karena sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.”

Namun bukan hal mudah bagi kita untuk bisa menegakkan shalat dengan khusyu’. Berikut ini beberapa kiat yang dapat membantu meraih khusyu’ dalam shalat:

Menjawab seruan adzan dengan lafazh sebagaimana yang dikumandangkan oleh muadzin kecuali lafazh: “hayya ‘alash shalah dan hayya ‘alal falâh” maka jawabannya adalah “lâ haula walâ quwwata illa billâh” sebagaimana perintah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dalam sabdanya, yang artinya: “Apabila kalian mendengar muadzin (mengumandangkan azan) maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya….” (HR: al-Bukhari, Muslim dan yang lainnya). Lalu berdoa selesai adzan dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah seperti, Allahumma Rabba hadzihid da’watit taammah…(dan seterusnya). Kemudian berdoa sesuai dengan keinginan masing-masing, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah, ”Doa antara adzan dan iqomah tidak tertolak” (HR: Abu Dawud, at-Tirmizi, an-Nasa’i, Ibnu Khuzaimah dan lainnya). Kemudian bergegaskaan menuju masjid bagi laki-laki.

Berwudhu sesuai dengan ketentuan yang telah dicontohkan Rasulullah. Melakukan wudhu berarti telah merealisasikan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang terdapat dalam firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan saolat, maka basuhlah mukamu, basuhlah tanganmu hingga siku, dan usaplah (sapulah) kepalamu, serta basuhlah kakimu hingga kedua mata kakimu…” (Qs. Al-Maidah: 6) Rasulullah bersabda tentang keutamaan wudhu, “Barang siapa yang berwudhu’, lalu berwudhu’ dengan sebaik-baiknya, kemudian dia shalat, niscaya dosa antara sholatnya itu dan shalatnya yang lain (berikutnya) diampuni.” (HR: Ibnu Khuzaimah dan Imam Ahmad)

Bersiwak (atau menggosok gigi) sebelum shalat sebagaimana perintah Rasulullah Shalallaahu alaihi wa salam dalam sebuah haditsnya, yang artinya: “Seandainya tidak memberatkan ummatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu’ (dalam riwayat yang lain) setiap kali hendak sholat” (HR: Muttafaq ‘Alaih)

Memakai pakaian yang sopan, layak, bersih dan wangi. Pakailah pakaian yang menutup aurat dan baik serta pantas untuk menghadap Allah. Hindari pakaian yang ketat sehingga menyebabkan kesulitan untuk bergerak dan bernafas. Jangan memakai pakaian bergambar atau bertulisan agar mata kita dan orang lain tidak terganggu. Semua hal ini sebagai bentuk realisasi dari firman Allah, “Wahai manusia pakailah pakaianmu yang indah setiap kali memasuki masjid” (Qs. Al-’Araf: 31)

Hindari Tempat Shalat yang Panas.
Jagalah konsetrasi dalam melaksanakan shalat dengan cara menghindari tempat dan suasana yang panas atau gerah, sebagaimana larangan Rasululloh Shalallaahu alaihi wa salam untuk tidak shalat Dzuhur pada saat panas sangat menyengat. Beliau Shalallaahu alaihi wa salam bersabda, yang artinya: “Laksanakanlah shalat Dzuhur pada waktu panas sudah mereda, karena panas yang sangat menyengat itu adalah hawa panas yang berasal dari neraka jahannam” ( HR: al-Bukhari, Ahmad).

Penuhi Semua Kebutuhan. Sebelum melaksanakan shalat jagalah konsentrasi dengan memenuhi segala kebutuhan jasmani yang mendesak, seperti ingin buang air, lapar, terhidang makanan dan lainnya. Rasulullah bersabda, “Tiada shalat ketika makanan sudah terhidang dan tiada sholat ketika seseorang menahan hajat buang airnya.” (HR: Muslim, Ahmad dan lain-lain).

Carilah tempat shalat yang tenang, yang jauh dari kebisingan, yang jauh dari suara-suara berisik dan suara-suara gaduh, Rasulullah Shalallaahu alaihi wa salam bersabda, “Jauhilah suara-suara berisik seperti di pasar (ketika berada di masjid).” (Hr. Muslim). Oleh karena itu siapa saja yang berada di masjid hendaklah menjaga ketenangan dan ketentraman masjid. Apabila berdzikir maka lirihkanlah suara dzikir dan apabila membaca al-Qur’an maka lirihkanlah suara bacaan Al-Qur’an. Rasulullah, “Sesungguhnya orang yang shalat sedang bermunajat kepada Rabnya, maka perhatikanlah saudaramu yang sedang bermunajat itu, Janganlah keraskan bacaan Qur’an kalian!” (HR: al-Bukhari dan Imam Malik). (dikutip dari beberapa sumber/ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*