Solusi Menghadapi Kesulitan Hidup

Solusi Menghadapi Kesulitan Hidup

Ujian dan cobaan dalam berbagai bentuk menjadi bagian yang tidak lepas dalam kehidupan manusia. Bukankah Allah sengaja menciptakan manusia dalam kondisi “fi kabad” yakni, dalam keadaan susah, payah, sempit dan sulit? Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah”. (Qs. Al Balad: 4) Berkenaan dengan makna “fi kabad” Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza’iri menjelaskan, “Fi kabad, artinya: dalam kondisi penat lagi sulit karena tertimpa permasalahan dunia yang bertubi-tubi dan permasalahan akherat yang dahsyat.”

Di dalam al-Qur’an Allah telah menegaskan akan selalu memberi ujian dan cobaan dalam berbagai bentuk. ”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,” (Qs. Al Baqarah:155). Oleh karena itu, sudah seharusnya manusia beriman menyadari bahwa ujian dan cobaan berwujud apapun suatu ketika akan menghampiri dirinya. Ujian berupa kesulitan dalam urusan dunia pasti akan hadir dalam berbagai wujud dan rupa. Ada manusia yang diuji dengan kekurangan harta, penyakit, bencana, namun ada pula manusia yang diuji dengan keadaan yang sebaliknya, berupa harta melimpah, kesehatan, dan kenyamanan hidup. Namun sesungguhnya, ujian yang terberat adalah ujian yang berkaitan dengan kehidupan akherat. Banyak manusia gagal ketika menghadapi ujian iman dan ketaatan kepada Allah.

Lalu bagaimana kita harus bersikap dalam menghadapi berbagai ujian dalam kehidupan? Salah satu sikap terbaik adalah menyadari bahwa Allah Yang Maha Rahman dan Rakhim tidak akan menguji manusia di luar batas kemampuannya. Meskipun hidup ini sulit, namun sebesar apapun kesulitan itu pasti dapat diatasi, karena Allah tidak akan menimpakan ujian kesulitan kepada hamba-Nya kecuali hanya sebatas kemampuannya dalam menanggung beban ujian itu. Allah berfirman, “Allah tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kemampuannya” (Qs. al-Baqarah: 286).

Jadi sudah seharusnya manusia beriman tidak pernah mengeluh ketika mendapat ujian berupa kesulitan hidup, karena mereka yakin pasti akan mampu mengatasi ujian itu. Manusia beriman juga tidak akan pernah putus asa mencari solusi kesulitan hidup, karena mereka yakin pasti akan ada jalan keluar. Allah juga telah memberi petunjuk bahwa kesulitan yang dihadapi manusia pasti akan berakhir. Allah berfirman, ”Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan; sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.“ (Qs Asy-Syarh: 5-6)

Allah juga telah memberi petunjukkan bagi manusia untuk mendapatkan jalan keluar dari semua permasalahan hidup. Allah berfirman, “Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” . (Qs. Ath-Thalaq: 2-3) Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan “Maknanya barang siapa yang bertaqwa kepada Allah dengan melakukan apa yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar serta rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya.” Sementara Abdullah bin Mas’ud berkaitan dengan ayat tersebut berkata “Sesungguhnya ayat terbesar dalam hal pemberian janji jalan keluar adalah “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya.” Di ayat yang lain Allah berfirman, “Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.” (Qs. At-Thalaq: 4)

Dengan demikian taqwa merupakan solusi terbaik dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. Tidak akan ada kesulitan hidup yang tidak terselesaikan dengan baik bagi orang bertaqwa. Dan tidak akan ada kesulitan hidup yang memberatkan dan menyusahkan bagi mereka yang bertaqwa. Lalu apa makna taqwa? Para ulama mendefinisikan taqwa sebagai “Menjaga diri dari perbuatan maksiat, meninggalkan dosa syirik, perbuatan keji dan dosa-dosa besar, serta berperilaku dengan adab-adab syari’ah.” Atau dalam pengertian yang sudah dikenal, taqwa adalah melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya. (Zainul Muslimin/Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*