DUA JALAN MEMAHAMI AL QUR’AN

DUA JALAN MEMAHAMI AL QUR’AN

Orang yang membaca dan mempelajari Al Qur’an untuk mencari kelemahan dan menghujat Al Qur’an akan menemukan kerumitan dan kesulitan yang banyak. Semakin dibaca Al Qur’an terasa semakin sulit dan membingungkan. Mereka tidak akan mendapat hidayah dan petunjuk. Al Qur’an hanya menambah pusing dan ruwet pikiran mereka. Sebaliknya orang yang tawadhu, membaca dan mempelajari Al Qur’an karena ingin mendapat bimbingan dan hidayah dari Allah, maka ia akan mendapatkan apa yang diharapkan. Allah akan memberi bimbingan dan petunjuk untuk memahami Al Qur’an; Allah menyatakan, “Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian.” (Qs. Al Israa’ 82)

Kaum Orientalis ada yang mengatakan bahwa Al Qur’an adalah kitab yang kacau, tidak teratur, sulit dimengerti. Ayat-ayatnya tidak disusun secara teratur menurut waktu atau pembahasan suatu masalah. Ayat Qur’an sering meloncat tidak menentu. Sedang bercerita tentang masalah Nabi Luth, tiba-tiba putus dan disambung bercerita tentang angin, burung dan gunung, kemudian meloncat lagi bercerita tentang Adam, lalu berganti cerita tentang masalah syurga, setelah itu meloncat lagi berkisah tentang kehidupan dunia. Salah satu orang yang bingung dengan Qur’an adalah Robert Morey dengan bukunya “Islamic Invasion”.

Kita banyak menemukan orang yang bingung dengan Qur’an antara lain dari kelompok Faithfreedom dan kelompok yang membenci pada Islam. Demikianlah Allah membutakan hati dan fikiran orang yang memusuhi-Nya. Merekalah orang yang telah dikunci mati hati dan fikirannya sehingga sulit untuk memahami Al-Qur’an sebagaimana firman Allah, “Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” (Qs. Al Baqarah: 7)

Sebaliknya orang yang membaca dan mempelajari Qur’an karena ingin mencari kebenaran, melakukan penelitian dengan ikhlas, niscaya akan mendapat Hidayah dan petujuk dari Allah. Hati dan fikirannya akan terbuka untuk memahami kebenaran Al-Qur’an. Salah satu buktinya, banyak orang Amerika yang penasaran dengan tragedi 11 sept 2001, mereka berusaha mempelajari Islam langsung dengan membaca Al-Qur’an. Mereka berusaha mencari ayat-ayat Al Qur’an yang membenarkan tindakan teroris. Mereka sama sekali tidak menemukannya, justru mereka menemukan kebenaran Islam. Allah telah membuka mata hati mereka karena mereka mempelajari Qur’an dengan Ikhlas. Allah telah berfirman, “Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (Qs. Al An Aam: 125) (Fadhil ZA/ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*