SEDEKAH PENUH BERKAH

SEDEKAH PENUH BERKAH

Sedekah berasal dari kata shidq, shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. Secara terminologi syariat shadaqah makna asalnya adalah tahqiqu syai’in bisyai’i, yang berarti menetapkan atau menerapkan sesuatu pada sesuatu dengan benar. Menurut Al-Qadhi abu bakar bin Arabi, benar disini adalah benar dalam hubungan dengan sejalannnya perbuatan dan ucapan serta keyakinan. Makna ini selaras dengan hadist yang menyatakan, “Dan shadaqah itu merupakan Burhan (Bukti)”.(HR. Muslim).

Pengertian sedekah sama dengan pengertian infaq, termasuk juga hukum dan ketentuannya. Hanya saja shadaqah mempunyai makna yang lebih luas dibanding infaq. Jika infaq berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas, menyangkut juga hal yang bersifat nonmateri. Sedekah bisa berupa semua bentuk nilai kebajikan yang tidak terikat oleh jumlah, waktu dan juga tidak terbatas pada materi. Sedekah bisa berupa kebaikan nonmateri, misalnya menyingkirkan rintangan di jalan, menuntun orang yang buta, memberikan senyuman dan wajah yang manis pada sesama manusia.

Sedekah menjadi salah satu ajaran utama dalam Islam. Banyak ayat dalam Al Qur’an yang memberi tuntunan agar orang beriman iklas menyisihkan hartanya untuk bersedekah. Allah juga selalu memuliakan, memberi pahala dan melimpahkan kebahagiaan bagi mereka yang iklas bersedekah. Allah berfirman, “Orang-orang yang menginfakkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran bagi mereka dan tidak juga mereka bersedih hati.” (Al-Baqarah: 274)
Sedekah sungguh merupakan amalan ibadah yang penuh berkah. Keberkahan itu bukan hanya terlimpah pada mereka yang menerima, tetapi keberkahan itu juga melimpah diterima pemberi sedekah. Allah berfirman, “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir bibit yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir: seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya dan Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 261). Dengan tegas Allah telah menjanjikan keberkahan berlipat-lipat kepada kaum beriman yang iklas bersedekah.

Di ayat lain Allah juga menegaskan keberkahan itu, “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiramnya, maka hujan gerimis (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” (Qs. Al-Baqarah: 265). Bukti keberkahan itu juga tampak dari janji Allah dengan tidak berkurangnya harta pemberi sedekah. Rasulullah bersabda, “Tidaklah berkurang harta seorang hamba karena shodaqoh” (Hr. Abu Dawud dan Ahmad).

Namun Allah juga memberi tuntunan agar keberkahan sedekah tidak dikotori oleh harta yang tidak baik. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, berinfaklah sebagian yang baik-baik dari hasil usahamu dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menginfakkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memejamkan mata terhadapnya. Ketahuilah, Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Al-Baqarah: 267)

Berkaitan dengan pemberian sedekah, Rasulullah memberi tuntunan agar kaum muslimin memberi prioritas sedekah pada sanak kerabat terdekat. “Sedekah kepada orang miskin mendapat satu sedekah, dan sedekah kepada saudara kerabat mendapat dua pahala; pahala sedekah dan pahala menyambung tali silaturahmi.” (HR. Ahmad). Di hadist lain Rasulullah bersabda, “Ada empat dinar; Satu dinar engkau berikan kepada orang miskin, satu dinar engkau berikan untuk memerdekakan budak, satu dinar engkau infakkan fi sabilillah, satu dinar engkau belanjakan untuk keluargamu. Dinar yang paling utama adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu.”(HR. Muslim).

Mari bersedekah dengan iklas untu meraih ridho Allah, agar keberkahan selalu melimpah dalam kehidupan kita di dunia dan akherat. (Anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*