Adab Bersin Dan Menguap

Adab Bersin Dan Menguap

Kebanyakan umat beranggapan bahwa ibadah hanyalah sebatas shalat, puasa, haji dan zakat. Padahal ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai oleh Allah dan yang telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satu ibadah yang tampaknya remeh dan sudah dilupakan banyak umat Islam adalah menjaga adab ketika menguap dan bersin. Adab ketika menguap dan bersin mungkin terkesan sepele tetapi jika kita mengamalkan dengan niat beribadah untuk meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka amalan tersebut akan bernilai ibadah dan pahala disisi Allah. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jika kita mengaku muslim dan mengaku mencintai Allah, maka salah satu konsekuensinya adalah mencintai segala sesuatu yang dicintai oleh Allah serta membenci dan menjauhi segala sesuatu yang dibenci oleh Allah. Dalam hal ini Allah sesungguhnya mencintai bersin dan sebaliknya benci terhadap menguap. Seperti hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan benci terhadap menguap. Maka apabila ia bersin, hendaklah ia memuji Allah (dengan mengucapkan ‘Alhamdullillah’). Dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mendengarnya untuk mendoakannya. Adapun menguap, maka ia berasal dari setan. Hendaklah setiap muslim berusaha untuk menahannya sebisa mungkin, dan apabila mengeluarkan suara ‘ha’, maka saat itu setan menertawakannya.” (Hr. Bukhari)

Bersin merupakan sesuatu yang disukai karena bersin dapat menyehatkan badan dan menghilangkan keinginan untuk selalu mengenyangkan perut, serta dapat membuat semangat untuk beribadah. Hasil penelitian membuktikan bersin merupakan mekanisme spontan hidung untuk mengeluarkan berbagai kuman penyakit dari hidung. Ketika bersin hendaknya merendahkan suara, menutup mulut dan wajah, tidak memalingkan leher serta mengeraskan bacaan hamdalah.

Beberapa bacaan yang bisa diamalkan ketika bersin antara lain: Alhamdulillah (segala puji hanya bagi Allah), Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin (segala puji bagi Allah Rabb semesta alam), Alhamdulillah ‘ala kulli haal (segala puji bai Allah dalam setiap keadaan), Alhamdulillahi hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi, mubaarakan ‘alaihi kamaa yuhibbu Rabbuna wa yardhaa” (segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak lagi penuh berkah dan diberkahi, sebagaimana yang dicintai dan diridhai oleh Rabb kami).

Sebaliknya karena menguap merupakan perbuatan yang tidak disukai Allah maka kita harus berusaha sekuat tenaga untuk tidak menguap berlebihan. Hal ini sesuai dengan hadits yang telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menguap adalah dari setan, maka jika salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya sedapat mungkin.” (HR Muslim) Jika seseorang ingin menguap, maka hendaklah dia menahan sebisa mungkin atau dengan menutup jalan terbukanya mulut dengan menggunakan tangannya kirinya. Tidak perlu mengucapkan ta’awudz, seperti banyak dilakukan orang karena hal itu tidak pernah dicontohkan Rasulullah. (Ummul Husain/anton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*